JAKARTA UTARA, Revolusinews.com — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk resmi memperluas portofolio destinasi dan fasilitas kawasannya dengan menghadirkan Masjid Apung An-Nur di kawasan pesisir Ancol Taman Impian, Jakarta Utara yang diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Jumat (16/10/2026).
Sarana ibadah sekaligus landmark anyar ini digadang-gadang bakal mendongkrak daya saing pariwisata religi di Ibu Kota.
Integrasi antara konsep wisata bahari dan sarana spiritual dinilai menjadi strategi penting dalam memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperlama durasi kunjungan (length of stay) wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa masjid ini didesain tidak hanya untuk memenuhi fungsi keagamaan dasar, melainkan juga disiapkan sebagai magnet baru pendorong daya tarik Jakarta di mata publik.
“Masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai landmark baru di pesisir Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.
Berdiri di atas area bangunan seluas 2.241 meter persegi, Masjid Apung An-Nur menawarkan kapasitas penampungan hingga 900 jemaah. Ruang utama masjid sanggup memuat 600 jemaah (460 jemaah laki-laki dan 140 jemaah perempuan), sedangkan area plaza luar dapat dimanfaatkan untuk sekitar 300 jemaah tambahan.
Daya tarik ekonomi-pariwisata masjid ini turut ditopang oleh nilai estetika arsitekturnya. Dirancang oleh arsitek kenamaan Andra Matin, bangunan ini mengusung filosofi Bahtera Iman. Bentuk denah segi lima melambangkan lima rukun Islam dan lima waktu salat, sementara ornamen bulan dan bintang memperkuat nuansa simbolis cahaya dan petunjuk.
Proyek yang digagas sejak 2019 ini sempat mengalami penundaan imbas pandemi. Namun, pengerjaan konstruksi fisiknya dikebut kembali mulai 1 Mei 2024 hingga rampung secara menyeluruh pada 29 Juli 2026 melalui sinergi Pemprov DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Indocater.
Gubernur Pramono menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak pengembang dan pengelola yang berhasil merampungkan infrastruktur tersebut. Ia berharap kehadiran fasilitas ini semakin mengukuhkan identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap inklusif dan ramah wisatawan.
“Kehadirannya diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Bukan hanya untuk warga Jakarta, tetapi juga pengunjung Ancol dari berbagai daerah, sekaligus memperkaya wajah Jakarta sebagai kota global yang tetap humanis dan berkarakter,” jelas Pramono.
Dari sisi pengelola kawasan, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan terwujudnya destinasi baru ini.
“Kami mewakili Ancol, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan alim ulama, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Masjid Apung ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menilai keberadaan Masjid Apung An-Nur memberikan dorongan ganda, baik bagi penguatan aspek keagamaan warga maupun bagi ekosistem industri pariwisata DKI Jakarta secara lebih luas.
“Kapan Masjid Apung selesai? Itu selalu jadi pertanyaan warga Jakarta setiap kita melakukan reses ataupun pertemuan dengan warga. Mudah-mudahan keberadaan masjid ini bukan hanya mendorong pariwisata di Ancol, tetapi juga secara umum bagi DKI Jakarta tentu akan berpengaruh besar dari aspek kerohanian maupun juga di aspek pariwisata,” tutup Suhud.






