APBN Rp100 Juta Cair, Poktan Sri Kedokan Gua Balongan Benahi Irigasi 10 Ha

oleh -170 Dilihat
img 20260420 wa0083

INDRAMAYU,Revolusinews.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menyalurkan dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp100.000.000 untuk perbaikan jaringan irigasi di Kecamatan Balongan. Bantuan pemerintah pusat ini disalurkan melalui mekanisme swakelola dan resmi dimulai usai Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier yang digelar DKPP, Senin (14/4/2026).

Program strategis ini dipercayakan penuh kepada Kelompok Tani “Sri Kedokan Gua” di Blok Serja, Desa Sudimampir. Pekerjaan bertajuk “Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier” tersebut bersumber dari APBN-Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Tahun 2026. Proyek ini ditargetkan mampu mengairi dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian seluas 10 hektare yang selama ini terkendala saluran rusak.

Transparansi menjadi kunci pelaksanaan program. Di lokasi pekerjaan telah terpasang papan informasi proyek yang memuat data lengkap: nama pekerjaan, pelaksana Poktan Sri Kedokan Gua, lokasi Blok Serja Ds. Sudimampir Kec. Balongan, titik koordinat -6.416452°S, 108.378654°E, luas 10 Ha, nilai Rp100.000.000, dan sumber dana APBN 2026. Keterbukaan ini memudahkan pengawasan oleh masyarakat dan unsur terkait.

img 20260420 wa0082

Kepala DKPP Indramayu, Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si, menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara melekat.

“Arahan Bupati Indramayu jelas, setiap program harus berdampak langsung ke petani. Kami minta penyuluh mendampingi harian di lapangan. Kelompok tani wajib bekerja sesuai RAB dan gambar teknis yang sudah disepakati. Dengan irigasi yang baik, indeks pertanaman naik dan posisi Indramayu sebagai lumbung nasional makin kuat,” tegasnya.

Menerima mandat tersebut, Ketua Kelompok Tani “Sri Kedokan Gua”, H. Tantowi, menyatakan komitmennya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian dan DKPP Indramayu atas kepercayaan mengelola dana APBN Rp100 juta ini. Ini amanah besar. Kami pastikan pekerjaan sesuai Juknis dan selesai tepat waktu, agar manfaatnya cepat dirasakan petani penggarap 10 hektare di Blok Serja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (20/4/2026).

Dukungan penuh juga disampaikan Pemerintah Desa Sudimampir. Kuwu H. Wukir mengatakan, “Pemdes mendukung penuh dan akan ikut mengawasi pelaksanaannya. Kami ingin proyek ini benar-benar sesuai rencana dan bermanfaat maksimal bagi warga kami. Kalau ada kendala di lapangan, kami siap memfasilitasi penyelesaiannya bersama penyuluh dan DKPP.

“Antusiasme serupa datang dari petani penggarap. Siti, petani Blok Serja, mengaku lega, “Alhamdulillah, irigasi yang baru ini harapan kami. Semoga panen nanti bisa dua kali setahun.

” Sementara Ahmad, petani lainnya, menambahkan, “Saluran lama sudah rusak, air tidak sampai ke petak sawah. Kami berharap proyek swakelola ini cepat selesai biar musim tanam Juni airnya sudah lancar.

“Dengan sistem monitoring berlapis dari DKPP, pendampingan penyuluh, pengawasan Pemdes, dan partisipasi aktif Poktan, proyek swakelola senilai Rp100 juta ini diyakini akan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Sinergi ini menjadi contoh konkret upaya menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa untuk menopang swasembada pangan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.