Program PPQ SJP Paparkan The Power of Amal And The Power of Action

oleh -602 Dilihat
oleh
img 20250722 wa0001

TANGERANG, Revolusinews.com – Pengusaha Pencinta Al Quran (PPQ) menggelar program kuliah gratis Sebulan Jadi Pengusaha (SJP) yang saat ini sedang berlangsung batch ke 5, dilakukan  secara on line (zoom) dan youtube sebanyak 9  sesi (9 kali pertemuan) setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.00 WIB.

Pada sesi ke 6  Sabtu (19/07/2025) dipaparkan  materi “The power of amal”, dan sesi ke 7 Minggu (20/07/2025), mengusung tema  “The power of action” disampaikan langsung oleh  seorang mentor, motivator, pengusaha sekaligus founder PPQ, yaitu  Akhmad Basori, SE., M.Si. yang biasa disapa Mr. Joss

Dalam paparannya Mr. Joss menyampaikan, dalam berbisnis sangat pentingnya amalan spiritual yaitu TDST (Tahajud, Dhuha, Sedekah, Tilawah).

“Coba 10 menit sebelum Subuh sholat Tahajud, dan sempatkan sholat Dhuha  10 menit sebelum jam kerja,  kalau Tahajud saja tidak bisa, bagaimana membangun bisnis dan usaha,” katanya.

Mr. Joss melanjutkan,  sedekah juga harus dicoba setiap hari dari yang kecil misalkan Rp. 2. 000,- /hari, diniatkan pada setiap titik ditambah terus Rp. 5.000,-/ hari sampai Rp. 1 juta/hari dan seterusnya.

“Sedekah itu boleh diam diam, boleh terang terangan, yang tidak boleh diam diam tidak sedekah,” ujar MR. Joss sambil tertawa lepas.

“Begitu juga Tilawah, niatkan sehari 1 juz setelah sholat, kalau malas tilawah, instropeksi dan istighfar, kenapa Allah SWT tidak berkenan ngobrol dengan kita,” jelasnya.

Mr. Joss menambahkan bahwa TDST sebaiknya dilakukan secara berjamaah, karena kalau yang lain bisa, kalau banyak yang bisa, kalau semua bisa, maka pikiran kita akan bilang bahwa ini mudah, kita akan termotivasi untuk biasa dan bisa. Manfaat lain dilakukan berjamah, yang sukses bukan hanya kita, tapi kita telah mengajak banyak orang untuk sukses.

Selanjutnya, Mr. Joss menjelaskan power of action merupakan kekuatan yang sangat penting, (no action, nothing happen, when take action miracle happen). Boleh mikir tapi harus sambil jalan, sambil jalan juga harus terus tetap mikir.

Kenapa malas getak karena kebanyakan mikir, kenapa nunda karena menganggap tidak penting, kenapa lama karena nyaman dalam kesusahan, tegas Mr. Joss.

“Jadilah pengusaha yang banyak action, bukan omon omon dan nol action, harus selalu mengecek kapasitas dan kualitas  diantaranya cek tambahan ilmu kita, teman teman berkualitas kita, skill mumpuni kita, amalan kita dan action kita,” pungkasnya.

Kemudian Mr. Joss menegaskan , mau sekeren apa bisnis kita, tergantung kita berada di segmen apa, uniknya segmen bisa dipelajari dan hebatnya kita bisa pindah segmen, misalkan kelas ekonomi, kelas bisnis, eksekutif dan luxury.

“Sebesar apa bisnis kita tergantung sebesar mentor kita, sebesar impian dan ikhtiar kita, sebesar kita berada di segmen yang mana serta sebesar apa target yang kita tentukan,” ungkapnya.

“Kalau mau jadi pengusaha sukses harus belajar berproses, belajar berprogres, nantinya pada titik tertentu kita akan sukses,” tutupnya.