Rapat Pleno Rekapitulasi Dua Saksi Mandat Presiden dari PKS dan PDIP tidak Tanda tangan

img 20240306 wa0006

JAKARTA BARAT, Revolusinews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat telah merampungkan hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Tahun 2024 Tingkat Kota Jakarta Barat yang digelar di Hotel Santika Sawah Besar, Kecamatan Taman Sari Kota Administrasi Jakarta Barat, pada Selasa malam (5/3/2024).

Dalam Rapat Pleno tersebut dua saksi mandat Presiden dari Partai PKS dan PDIP tidak mendatangi, dikarenakan sejak perhitungan di PPK Kecamatan saksi – saksinya juga tidak melakukan tanda tangan.

Ketua KPU Jakarta Barat Endang Istianti saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi penetapan suara KPU Jakarta Barat .

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan rapat pleno sesuai dengan jadwal tahapan,” kata Endang.

Terkait pihak saksi yang tidak melakukan tanda tangan, KPU Jakarta Barat memberikan form D keberatan saksi.

“Tadi ada yang keberatan menandatangani hasil rekapitulasi oleh saksi dari Paslon 01 dan 03, sehingga mereka kami berikan form untuk diisi penolakan hasil ini,” jelasnya.

Terkait hasil di dapil 9 dan dapil 10 yang sudah diputuskan, pihaknya menolak menggambarkan dari 12 Caleg dan partainya yang bisa masuk.

“Kami tidak memiliki wewenang menghitung kursi, karena itu adalah wewenang KPU DKI,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan perolehan suara Pileg DPRD Dapil 9 Jakarta Barat yang mungkin lolos ke Kebon Sirih 

1. Lauw Siegvrieda (PDIP) 21.019 suara

2. Inggard Joshua (Partai Gerindra) 29.295 suara.

3. William Aditya Sarana (PSI) 39.720 suara.

4. Lukmanul Hakim (PAN) 23.023 suara.

5. Gias Kumari Putra (Partai Nasdem) 19.527 suara.

6. Sholikhah (PKS) 18.958 suara.

7. Nur Afni Sajim (Partai Demokrat) 19.169 suara.

8. Andri Santosa (Partai Golkar) 11.615 suara.

9. Hilda Kusuma Dewi (PDIP) 11.420 suara.

10. Ahmad Ruslan (PKB) 13.762 suara.

11. Dina Masyusin (Partai Perindo) 12. 019 suara.

12. Rani Maulani (Partai Gerindra) 11.152 suara.