TANGERANG, Revolusinews.com – Tak terima rekan mereka terlindas truk pengangkut tanah, puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri Salembaran 2 dan warga Kecamatan Kosambi menggelar aksi sambil menangis dan membentangkan poster bertuliskan “Jam Operasional Truk Tambang Mulai dari pukul 22:00 WIB hingga pukul 05:00 WIB, stop di jam kerja”.
Aksi siswa-siswi SDN Salembaran 2 ini juga diikuti dewan guru. Siswa maupun guru protes kepada pengelola truk tambang maupun kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Aksi ini berlangsung di Jalan Raya Salembaran, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang pada Kamis (07/11/2024).
Guru SDN Salembaran 2 Fajar kepada wartawan mengatakan, aksi yang dilakukan siswa dan guru tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus ungkapan rasa resah dengan keberadaan truk tambang setelah Alika, siswi kelas 3 C SDN Salembaran 2 berboncengan dengan SD (20) korban jatuh dan terlindas serta mengalami luka parah dibagian kaki.
“Kebetulan siswa saya masuk sekolah siang, dan terjadi kecelakaan di sini, di bawa kerumah sakit umum, dan kakinya saya tidak bisa menggambarkan, mungkin bisa lihat saja nanti kesana,” kata Fajar, kepada awak media
Ia berjanji, jika kedepannya nanti armada truk tambang pengangkut tanah kembali beroperasi di luar jam operasional yang sudah di tentukan oleh Pemerintah Daerah, maka dirinya bersama Siswa-siswi akan menggelar orasi yang lebih besar lagi.
“Belum lama ini didemo oleh mahasiswa karena banyak korban Jiwa tapi hari ini sudah beroperasi lagi,” tegasnya
Sementara sopir truk tanah B 9304 KYW berinisial DWA (21) diamankan oleh pihak kepolisan untuk dimintai keterangan lebih lanjut
Ketua PGRI Kecamatan Kosambi Romli Sahib mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas tragedi yangg menimpa korban Siswi SDN Salembaran 2 atas nama Alika.
Bakri warga Salembaran saat ditemui awak media “Kami mengutuk keras truk tanah yang beroperasi di luar jam operasinya, mudahan mudahan kejadian ini dapat mengetuk hati semua pihak,” ucapnya
Akibat amuk massa satu buah truk tanah dibakar, beberapa armada truk tanah mengalami rusak berat, serta akses jalan raya Salembaran yang menuju arah Dadap dan sebaliknya mengalami lumpuh total karena di blokade oleh warga sekitar.






