TANGERANG SELATAN, Revolusinews.com – Universitas Agung Podomoro Fakultas Kewirausahaan dan Bisnis Jakarta mengadakan kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) khusus kepada rekan rekan difabel Rumah Bina Kreatif Indonesia (RBKI) bertempat di Ekowisata Keranggan Tangerang Selatan (Tangsel) pada Sabtu (27/09/2025).
RBKI adalah sebuah lembaga yang berlokasi di Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan yang fokus membina dan melatih individu berkebutuhan khusus (ABK) agar memiliki keterampilan vokasional dan kemandirian.
Rangkaian acara dipandu oleh para mahasiswa dengan penuh ceria atraktif dan kebersamaan, untuk mencairkan suasana membangun fokus dan meningkatkan semangat diawali dengan senam pagi bersama. Dilanjutkan masing masing ABK perkenalan diri dan bercerita, barulah masuk ke inti pelatihan literasi keuangan dasar, berupa simulasi transaksi sederhana jual beli, pengenalan uang asli dan penggunaan dalam kehidupan sehari hari.
Kemudian basic selling skills berupa roleplay interaktive menawarkan barang dengan bahasa yang menarik, berupa simulasi percakapan sederhana saat menjual produk, dilanjutkan dengan mengekpresikan mimpi dan harapan melalui gambar dan tulisan, hasil karya akan dicetak dan dijual.
Dalam penjelasanya, Dekan Fakultas Kewirausahaan dan Bisnis, Wisnu Dewobroto mengatakan bahwa aktifitas ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya, akan terus dilanjutkan secara berkala dan program ini juga disupport oleh Kemdiktisaintek
“Selaras dengan apa yang diusung pemerintah tahun 2026-2045, diantaranya wirausaha inklusif yang bisa diakses oleh semua golongan, kaum rentan, teman teman difabel dan sebagainya,” jelasnya
“Selain pelatihan, secara terpisah kami berikan juga akses pasar kepada RBKI salah satunya berkolaborasi dengan Lubana Sengkol untuk berjualan setiap Sabtu Minggu, juga event ditempat lain,” katanya
Wisnu menambahkan, setelah pelatihan kita akan buat produk untuk di jual secara masif, kami bekerjasama dengan beberapa vendor, hasil karya ABK berupa gambar di design, dicetak menjadi kemeja, kita lakukan test market sebagian keuntungan akan dikembalikan ke RBKI.
“Di Ekowisata Keranggan juga banyak sekali produk yang ramah lingkungan (dari limbah, plastik,kertas bekas pelepah pisang) dari wirausaha inklusif, wirausaha sosial sistemable dan berkelanjutan, kami lakukan akses pasar, tes pasar dan peningkatan kapabilitas,” ungkapnya.
“Kita kerjasama dengan beberapa platform untuk dilakukan test market, bila model bisnis bagus barulah lebih gencar lagi, jika terhambat tidak berhenti, kita cari produk yang bersesuaian dan cepat terjual,” tutupnya.
Diakhir acara dilakukan sharing dari ABK tentang pengalaman dan pembelajaran ditutup dengan sesi foto bersama.






