PEMALANG, Revolusinews.com– Pekerjaan pengaspalan jalan di depan SMP Negeri 2 Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, memicu perhatian warga. Proyek yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) itu dinilai janggal karena tidak disertai informasi resmi yang lazim ditemukan dalam kegiatan pembangunan.
Di lokasi, tidak terlihat papan proyek yang seharusnya memuat keterangan penting seperti nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, hingga durasi pekerjaan. Ketiadaan informasi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait asal-usul proyek tersebut.
Papan proyek sendiri merupakan bagian dari kewajiban transparansi dalam penggunaan anggaran publik. Tanpa adanya papan tersebut, publik sulit mengetahui apakah pekerjaan itu menggunakan dana pemerintah atau sumber lain yang sah.
Pihak SMP Negeri 2 Ampelgading saat dimintai keterangan menyebut hanya sebagai penerima manfaat. Sekolah mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan sejak dua tahun lalu kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang.

Realisasi yang baru dilakukan tahun ini justru menimbulkan pertanyaan baru. Mekanisme penganggaran dan proses pelaksanaan proyek dinilai kurang terbuka sehingga memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJI) 7 Petarukan mengaku tidak menerima informasi. Bahkan menyebutkan itu bukan pekerjaan PU, ujarnya. Ketidaktahuan pihak teknis ini semakin menguatkan dugaan adanya pelaksanaan pekerjaan di luar koordinasi resmi.
Upaya konfirmasi kepada pekerja di lapangan juga tidak membuahkan hasil jelas. Mandor yang ditemui memilih memberikan jawaban singkat dan tidak mengetahui detail proyek, menambah kesan tertutup dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kondisi ini memunculkan dorongan agar pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera memberikan penjelasan terbuka. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai aturan yang berlaku.







