CIAMIS, Revolusinews.com – Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 384, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya resmi meluncurkan Program Jazirah X Priangan Timur (JAPRI), sebuah inisiatif strategis untuk memadukan pengembangan ekonomi syariah, penguatan UMKM, dan pengembangan wisata halal terpadu di wilayah Kabupaten Ciamis.
Peluncuran ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 di pusatkan di kawasan Wisata alam Karangkamulyan, Jumat (5/06/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari dalam sambutannya mengatakan, Jazirah x merupakan program unggulan yang dirancang untuk menjalin sinergi antar pemangku kepentingan, menghubungkan potensi budaya, sejarah, dan kekayaan alam dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Nama “Jazirah” dipilih sebagai simbol wilayah yang kaya potensi, yang akan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Program Jazirah hadir agar kekayaan budaya dan wisata kita tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Kami ingin membangun ekosistem lengkap: mulai dari produk halal, pembiayaan syariah, hingga destinasi wisata yang ramah dan terintegrasi, sehingga Ciamis dan Priangan Timur menjadi rujukan pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat,” ujarnya dalam sambutan(05/06)
Dalam kerangka program ini, BI juga mendorong pembentukan kawasan khusus bernama Zona KHAS Karangkamulyan, yang dikembangkan sebagai percontohan kawasan halal lengkap. Di sini, pelaku usaha dibimbing mendapatkan sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, hingga pemasaran digital berbasis QRIS. Selain itu, disiapkan pula peta wisata, panduan kuliner halal, dan dukungan promosi agar destinasi ini dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menyambut baik langkah ini dan mengapresiasi dukungan Bank Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini sangat tepat karena wilayah Ciamis memiliki banyak potensi wisata sejarah, budaya, dan alam yang belum tergarap maksimal. Melalui Jazirah, diharapkan produk lokal semakin bernilai, jumlah kunjungan wisata meningkat, dan roda ekonomi masyarakat berputar lebih kencang.
“Kehadiran Jazirah ini akan menjadi tonggak baru pembangunan ekonomi daerah. Kami berkomitmen mendukung penuh agar program ini berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah,” tegas Bupati.
Para pelaku UMKM yang hadir , Tatang (42) perwakilan dari PT ZEO mewakil kecamatan Cisaga pengrajin Miniatur Lisung Linuhung salah satu warisan budaya Nusantara mengaku sangat antusias. Ia mengungkapkan, dengan adanya pendampingan ini, ia jadi lebih paham cara mendapatkan sertifikat halal dan cara mempromosikan produknya lewat jalur yang lebih luas.
Ke depannya, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperluas jangkauan program Jazirah, melengkapi fasilitas pendukung, serta memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya menjadikan Priangan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berlandaskan prinsip syariah, inklusif, dan berkelanjutan.






