BOGOR, Revolusinews.com – Salah satu cara untuk menjadikan UMKM naik kelas antara lain kreatif berpikir, aksi nyata dan legalitas usaha, hal tersebut disampaikan pada acara saresehan pemberdayaan UMKM bertempat di Cafe Kadung Sayang, Teras Wangun Babakan Madang Sentul Bogor pada hari Minggu (09/08/2026).
Acara ini dipandu secara apik dan ceria oleh MC Maiza Simbolon dan dihadiri oleh para pelaku usaha dari wilayah Babakan Madang dengan materi antara lain :
1. Kreatif berpikir dan aksi nyata disampaikan oleh Mulyadi JP praktisi inovation and creatif thinking, produser sekaligus CEO JP Pictures
2. Legalitas Sertifikat Halal dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dijelaskan oleh Ratu Azizah selaku Humas HCMA.
3. Tugas dan Tanggung jawab P3H dipaparkan oleh Hermawan team dari Halal Center Mathla’ul Anwar (HCMA).
Ratu Azizah sebagai seorang tiktoker juga praktisi dan pemerhati UMKM kreatif, memaparkan antara lain : legalitas produk halal melalui proses sertifikat halal, bagaimana menjadi Pendamping Proses Produk Halal Mathla’ul Anwar (P3HMA) dan membangun jejaring UMKM.
“Kami akan membimbing semua P3HMA yang benar benar serius dan memiliki komitment untuk terus berkolaborasi dengan HCMA Pusat, yang tentunya kedepan bisa bekerjasama dengan pemerintah setempat baik pihak Kelurahan, Kecamatan maupun Kedinasan,” tegasnya.
Kemudian Hermawan menjelaskan tehnis menjadi P3HMA, tugas dan tanggung jawab serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan HCMA Pusat.
Sementara itu Mulyadi JP yang pernah meraih penghargaan festival Asian Awward Hongkong 2024 dalam film Bangsal Isolasi, juga sebagai pemerhati UMKM Kreatif, menjelaskan beberapa aspek antara lain ; strategi berpikir kreatif dan inovasi untuk value produk, maksimalkan teknologi untuk mengembangkan dan mengelola UMKM, peluang dan tren bisnis UMKM di era digital, jejaring dan kolaborasi serta orientasi kepada custumer satisfaction agar UMKM tetap tangguh.
“Dalam era digitalisasi UMKM mau tidak mau kita harus berpikir kreatif, memaksimalkan media digital serta aksi nyata agar usaha yang dibangun, menjadi UMKM mandiri dan berdaya saing,” closing statemen dari Mulyadi JP.






