Cerpen : Cinta Pertama di Bangku SMP

oleh -8 Dilihat
oleh
img 20260604 wa0008


Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Pagi itu seperti biasa, halaman sekolah sudah ramai oleh siswa yang datang silih berganti. Aku berjalan menuju kelas sambil membawa setumpuk buku. Saat itulah aku melihatnya lagi.

Namanya Naila.

Sejak awal masuk SMP, entah mengapa mataku selalu mencarinya. Bukan karena ia siswa paling pintar atau paling populer. Ada sesuatu dalam senyumnya yang membuat hari-hariku terasa berbeda.

Kami sebenarnya tidak terlalu dekat. Hanya sesekali berbicara saat kerja kelompok atau ketika berpapasan di perpustakaan. Namun, bagiku setiap percakapan singkat dengannya selalu menjadi kenangan yang tersimpan lama.

Suatu hari, guru Bahasa Indonesia memberikan tugas membuat cerpen berpasangan. Tak kusangka, namaku dipasangkan dengan Naila.

“Kayaknya kita harus sering ketemu buat ngerjain tugas ini,” katanya sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk, berusaha menyembunyikan rasa gugup yang tiba-tiba datang.

Sejak saat itu, kami sering belajar bersama di perpustakaan sepulang sekolah. Kami saling bertukar cerita tentang cita-cita, film favorit, hingga hal-hal lucu yang terjadi di kelas. Aku mulai mengenalnya lebih dekat, dan tanpa sadar perasaanku semakin dalam.

Waktu berlalu begitu cepat hingga tibalah hari perpisahan kelas sembilan.

Di penghujung acara, aku memberanikan diri memberikan sebuah buku kecil yang selama beberapa minggu kusiapkan. Di halaman terakhir, kutuliskan sebuah kalimat sederhana.

“Terima kasih sudah menjadi bagian terindah dari masa SMP-ku.”

Naila membaca tulisan itu lalu menatapku. Senyumnya masih sama seperti pertama kali kulihat.

“Terima kasih juga,” katanya pelan. “Aku senang pernah kenal sama kamu.”

Angin sore berembus lembut di halaman sekolah. Kami tahu setelah kelulusan nanti, mungkin akan bersekolah di tempat yang berbeda. Namun saat itu, aku menyadari bahwa tidak semua cinta pertama harus berakhir menjadi kisah bersama.

Kadang, cinta pertama hadir untuk memberikan kenangan yang akan selalu membuat kita tersenyum ketika mengingat masa-masa SMP yang sederhana dan penuh warna.

Dan hingga hari ini, setiap kali melihat foto kelulusan SMP, aku masih ingat senyum Naila—senyum yang pernah membuat seorang anak SMP percaya bahwa jatuh cinta adalah hal yang paling indah di dunia.