Debat Cabup-Cawabup Tangerang, FMBN Sayangkan Tak Bahas Keresahan Masyarakat

oleh -215 Dilihat
oleh
img 20241020 wa0010

TANGERANG, Revolusinews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menggelar debat terbuka pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Tangerang tahun 2024 yang diikuti 3 pasangan calon yakni nomor urut 1, Mad Romli-Irvansyah, nomor urut 2, Maesyal-Intan dan nomor urut 3, Zulkarnain-Lerru, yang di selenggarakan di salah satu hotel di Kota Serang, pada Sabtu (19/10/2024).

Ketua (Forum Media Banten Ngahiji (FMBN), Budi Irawan saat diwawancarai oleh awak media menyampaikan pendapatnya tentang visi misi yang disampaikan oleh para Pasangan Calon (Paslon).

“Saya melihat visi dari ketiga paslon tidak satupun yang memiliki fokus terhadap warga masyarakat Kabupaten Tangerang, mereka para pasangan hanya menonjolkan harapan tentang predikat kabupaten saja. Visi mereka tak fokus ke rakyat kecil, strategi sektor pendidikan yang menjadi fundamental negara agar masyarakat lebih memahami artikulasi kesadaran tentang dunia pendidikan sain,” ujar Budi Irawan.

Lebih lanjut Budi Irawan mengatakan, visi para Paslon tidak ada yang berani menyampaikan Visi mewujudkan Tingkat Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang Nomor 1 se-Indonesia tahun 2029 sebab Tangerang ini terkenal 1001 industri.

“Para paslon tak satupun yang tegas fokus mensejahterakan rakyat, mereka tak berani menulis Visi mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Kabupaten Tangerang menjadikan nomer satu se-Indonesia tahun 2029 “, ujarnya.

Ditambahkan oleh Budi Irawan, dalam Misi paslon yang disampaikan juga terkesan ngawang-ngawang tak ada yang fokus terhadap apa yang akan dilakukan untuk menggapai Visi yang telah dibuatnya.

“Misi itu adalah langkah-langkah dan strategi yang diambil untuk mencapai Visi, mereka mau melakukan apa yang real tak tertuang dalam Misi para paslon, mereka mau memperbaiki terkait pendidikan, tapi tak pernah mereka bilang akan membangun Universitas bertaraf Nasional dan Internasional gratis untuk Warga Kabupaten Tangerang, mereka tak pernah bilang dalam Misinya akan menambah daya tampung dan menambah fasilitas Sekolah Negeri sesuai kebutuhan warga “, jelasnya.

Bahkan, kata dia, masih ada salah satu paslon yang menuliskan Misi dengan bahasa kalimat karapan.

“Misi itu bukan harapan, tapi suatu tindakan yang akan dilakukan untuk menggapai Visi, jika misi itu isinya harapan lagi maka semua akan ngambang dan ngawang-ngawang, yang akhirnya hanya isapan jempol, cuma Retorika harapan dan harapan,” ujarnya.

Saat didesak mana yang menuliskan Misi dengan bahasa harapan, Budi Irawan menyampaikan silahkan semuanya review kembai mencermati Misi para paslon saat acara berlangsung.

“Silahkan coba diperhatikan Misi dari para calon, cermati, koreksi, dengan teliti mana yang menuliskan Misi dengan kalimat  tindakan yang akan dilakukan dan mana yang cuma hanya berisi harapan saja “, pungkas Budi.

Sementara itu, Sekretaris Forum Media Banten Ngahiji, M. Soleh, mengatakan, sangat disayangkan tidak satupun para calon membahas isu yang sedang menjadi tranding topik, yaitu tentang kebijakan publik yang sangat mendasar dan saat ini sedang dirasakan oleh masyarakat, tidak ada satupun calon yang menyinggung aturan terkait Perbup 12 tahun 2022 yang telah banyak memakan korban jiwa, tidak ada yang menyinggung tentang korban yang mati terlindas truk tanah akibat pelanggaran Perbup, tidak ada satupun calon yang punya empati terhadap keluarga korban terlindas truk tanah, tidak ada satupun yang menyampaikan  belasungkawa kepada keluarga korban, seandainya ada satu calon yang membahas terkait pelanggaran Perbup masyarakat banyak yang simpati.

“Jadi saya menyayangkan tidak ada satupun calon yang membahas permasalahan yang saat ini sedang terjadi dan menjadi keresahan di masyarakat,” ujar Soleh yang dijumpai di Sekretariat Forum Media Banten Ngahiji.