Div Humas Polri Gandeng Mantan Teroris Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi

oleh -362 Dilihat
img 20231109 wa0016

SALATIGA, Revolusinews.com – Dalam rangka mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi, Div Humas Polri menggandeng Ustad Nasir Abas, mantan Napiter (narapidana terorisme).

Upaya kontra radikalisme dalam bentuk kegiatan Focus Group Discusion dengan tema “Terorisme Musuh Kita Bersama” digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Majelis Tahfidzul Qur’an As Surkati, Blotongan Sidorejo Salatiga, Kamis (9/11/2023).

img 20231109 wa0017

Ustad Nasir Abas bersama tim dari Div Humas Polri yang dipimpin Kombes Pol. DR. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si, didampingi Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi., M.Si., Psi, bersama rombongan hadir di Ponpes As-Surkati.

Dihadapan para santri, Nasir Abbas bercerita bahwa dirinya terjerumus dalam aksi terorisme sejak umur 16 tahun setelah sebelumnya belajar agama dengan salah seorang yang merupakan pentolan teroris.

“Saya ditawari ke Afghanistan secara gratis, namun, di sana disuruh berperang. Saya tidak dapatkan literasi tentang bahaya teroris, yang ada cuma jihad dengan perang,” kata Abbas.

Dia mengaku taubat setelah sadar, bahwa terorisme adalah tindakan yang menyebabkan ketakutan dan kerusakan yang meluas serta bersikap intoleran karena tidak menerima perbedaan.

“Teroris itu bukan jihad, Mereka adalah orang-orang intoleran yang tidak menerima perbedaan, doktrin terorisme di Indonesia lebih cenderung mengeksploitasi target dan memainkan isu-isu Islam garis keras,” jelasnya. 

“Sebagai generasi penerus bangsa, peran pemuda dalam mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme sangat diperlukan.

Untuk itu para generasi muda agar bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang menyesatkan,” sambungnya. 

Sementara itu, Pimpinan Majelis Tahfidzul Qur’an As Surkati Ustad Diding Fatuding LC, mengapresiasi Polri dengan memberikan pengetahuan yang didapat langsung dari salah seorang Napiter terkait bahaya paham radikalisme yang tentu tidak sesuai dengan Pancasila dan ajaran agama sehingga dapat merusak sendi-sendi demokrasi bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya Ketua Tim Kombes Pol. DR. Nurul Azizah menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari M.Psi., M.Si., Psi, dan jajaran yang mana telah memberikan fasilitas kegiatan Silaturahmi Kamtibmas dalam rangka mewujudkan Kamtibmas yang kondusif serta pimpinan pondok, pengurus dan para santri yang telah menjadi audiens.

“Terimakasih sudah berkenan menerima kami, harapannya Polri sebagai penegak hukum dan penghubung antara masyarakat dan hukum, mampu mencegah dan memerangi paham radikalisme,” ucap  Kombes Pol. DR. Nurul Azizah, S.I.K, M.Si.

Pada kesempatan itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Satake Bayu menjelaskan, bahwa Program Deradikalisasi  Terorisme harus terus di lakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok yang dapat mengancam stabilitas kamtibmas.

“Stabilitas Kamtibmas dalam masa pemilu 2024 ini merupakan hal yang mutlak harus di jaga. Salah satunya adalah program deradikalisasi  terorisme harus tetap berjalan sebagai cara dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Terorisme,” singkatnya.