DPRD DKI Jakarta Tinjau Budidaya Maggot Atasi Sampah Organik di Kampung Pancasila

oleh -554 Dilihat
oleh

JAKARTA UTARA, Revolusinews.com – Ketua Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dimaz Raditya bersama anggota meninjau lokasi pemanfaatan maggot dalam mereduksi sampah organik yang berada di Jalan Inspeksi Kali Betik, Kampung Pancasila RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Senin (10/11/2025).

Turut hadir, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Fredy Setiawan, Camat Koja Toto Bondan, Lurah Tugu Selatan Yuyun Yuniarti, Ketua RW 07 Tugu Selatan Suaib, perwakilan PKLH Jakut, serta perwakilan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, PKK RW 07, LMK, serta pengurus RT dilingkungan RW 07.

img 20251111 wa0003

“Hari ini, kita bisa mengunjungi satu tempat pengelolaan sampah mandiri dengan pemanfaatan maggot. Dalam satu hari bisa menangani 30-50 ton sampah organik kalau bisa ini terus ditingkatkan. Semoga ini menjadi contoh bagi yang lainnya karena budidaya maggot juga memiliki potensi usaha yang bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilkan uang,” terang Dimaz Raditya.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan menyatakan dukungannya terhadap pengelolaan sampah yang digerakkan oleh masyarakat setempat.

“Kami juga menggandeng csr untuk penyediaan tong sampah pilah agar pemberdayaan masyarakat semakin masif,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta atas perhatian dan kepeduliannya terhadap pengelolaan sampah organik dengan maggot di wilayah RW 07 Tugu Selatan.

“Hari ini Komisi C turun langsung dalam rangka pengelolaan sampah dari sumbernya. Tentunya, kami dari Pemkot Jakarta Utara mendukung terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua RW 07, Suaib Sulaeman mengatakan, pada hari ini Kampung Pancasila RW 07 mengaku bersyukur bahwa hari ini secara resmi Komisi C DPRD DKI melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Pancasila RW 07 untuk melihat perkembangan pengolahan sampah organik dan budidaya manggot.

“Saat ini prosesnya sudah kelihatan manfaatnya, kami sangat berharap bahwa ini bisa menjadi motivasi setiap wilayah dan kemudian bisa menjadi acuhan masyarakat bagaimana kemudian sampah betul-betul bisa di pilah sehingga sampah organik bisa kita olah secara proposional sebagai pakan manggot sehingga kedepan tidak lagi jadi masalah dan bisa sama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan di Jakarta terutama sampah organik,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.