Halal Bihalal Sekaligus Peresmian Jalan Beton dan Jembatan Kampung Peron

oleh -188 Dilihat
img20260325221640 01 (3)
Suasana Lebaran, warga Kampung Peron, Petarukan, Pemalang, gelar Halal Bihalal dan peresmian jalan rabat beton serta 4 jembatan anggaran mandiri. Daliwan S.Pd. menandai dengan potong pita, Rabu (25/3/2026).

PEMALANG, Revolusinews.com– Suasana hangat Lebaran 1447 Hijriyah masih terasa di Kampung Peron, Kelurahan Petarukan. Momentum tersebut dimanfaatkan warga dengan menggelar Halal Bihalal sekaligus peresmian pembangunan jalan rabat beton dan rehabilitasi empat jembatan kampung Peron, Rabu (25/3/2026) malam.

Kegiatan ini diikuti seluruh warga RW 014 RT 01 hingga RT 08, yang tampak antusias menghadiri acara penuh kebersamaan tersebut. Selain sebagai ajang silaturahmi, peresmian ini menjadi simbol kemajuan infrastruktur kampung.

Dalam sambutannya, Daliwan S.Pd. menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya pembangunan dan acara tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin, mengingat suasana masih dalam momen Lebaran.

Daliwan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan di Kampung Peron. Ia juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan pokok pikiran (pokir) untuk Mushola serta Rukun Kematian PKPU pada tahun 2026.

img20260325221707 (7)

Dari pantauan di lapangan, acara tersebut turut dihadiri Kepala Kelurahan Petarukan, Ketua RW, para Ketua RT, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen inimenunjukkan kuatnya sinergi dalam pembangunan wilayah.

Peresmian ini menjadi bentuk tasyakuran atas selesainya pembangunan puluhan titik jalan rabat beton dan empat jembatan. Dalam peresmian jembatan, dilakukan pemotongan pita oleh Daliwan S.Pd., anggota DPRD Kabupaten Pemalang, didampingi Kiyai Hasan Basri dan Ketua RW 014 serta warga masyarakat sekitar.

Proyek tersebut diinisiasi Ketua RW 014 Ahmad Sutarno bersama warga secara gotong royong, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Rangkaian acara berlangsung selama dua hari dengan nuansa religius dan budaya. Hari pertama diisi dengan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Budi, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan pengajian umum oleh Kiyai Hasan Bisri atau yang dikenal sebagai Cepot Tegal, diiringi lantunan hadroh santri dan santriwati, menambah khidmat sekaligus semarak acara tersebut.