Hancurnya Jet Tempur dan Artileri Pertahanan Udara AS oleh Iran

oleh -665 Dilihat
oleh
img 20260327 wa0027
Foto Dede Farhan Aulawi. (Dok. Revolusi News)

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran dalam eskalasi terbaru di Timur Tengah memperlihatkan satu kenyataan yang sering tersembunyi di balik superioritas teknologi, perang modern tidak lagi sepenuhnya dimenangkan oleh dominasi udara. Di tengah gempuran udara besar-besaran, Iran menunjukkan bahwa kombinasi rudal, drone, dan sistem pertahanan udara masih mampu memberikan kerugian nyata bagi kekuatan militer paling maju di dunia.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Amerika Serikat memang mengalami sejumlah kerugian signifikan, seperti :
– Beberapa pesawat dan drone canggih mengalami kerusakan atau hilang
– Lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper dilaporkan jatuh
– Infrastruktur radar bernilai miliaran dolar terkena serangan
– Pesawat tanker dan aset logistik juga terdampak

Namun, yang menarik bahwa 3 jet F-15E justru jatuh akibat “friendly fire” dari pertahanan udara Kuwait, bukan langsung oleh Iran. Insiden ini menunjukkan bahwa medan tempur modern sangat kompleks, bahkan sekutu bisa menjadi ancaman dalam kondisi chaos udara. Artinya, kerugian AS memang nyata akibat reliabilitas pertahanan Iran.

Iran memang tidak memiliki keunggulan udara seperti AS, tetapi mengandalkan :
– Sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) domestik seperti Khordad
– Jaringan radar tersebar dan mobile
– Drone dan rudal balistik sebagai “defensive-offensive hybrid”

Contoh historisnya, pada 2019, Iran berhasil menembak jatuh drone canggih Global Hawk milik AS RQ-4 Global Hawk dengan menggunakan sistem rudal Khordad. Ini membuktikan bahwa platform paling canggih sekalipun tetap rentan dalam lingkungan pertahanan udara berlapis.

Kebenaran sering berada di Tengah, maksudnya tidak sepenuhnya dibuka ke publik. Iran tidak bertujuan menguasai udara, tetapi :
– Meningkatkan biaya perang bagi AS
– Memaksa AS menyebar sumber daya
– Menyerang target bernilai tinggi (radar, tanker, pangkalan)
Pendekatan ini disebut strategi asimetris dalam domain udara. Hasilnya, AS tetap unggul secara teknologi, tetapi tidak kebal terhadap kerugian. Jet tempur canggih tidak menjamin dominasi absolut di langit

Jadi, Iran berhasil memberikan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi AS dan Israel, meskipun korban dialami oleh semua pihak. Konflik ini menunjukkan satu hal penting, bahwa perang modern bukan lagi soal siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling mampu bertahan dan beradaptasi di tengah kompleksitas teknologi serta penguasaan medan propaganda.

No More Posts Available.

No more pages to load.