PEMALANG, Revolusinews.com – Penyaluran Bansos PKH-BPNT 2025 di Desa Sidorejo, Kecamatan Comal, mendadak memanas. Warga heboh setelah muncul dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan seorang oknum kepala dusun pada penyaluran tahap kedua, Selasa (9/12/2025).
Seorang KPM berinisial KS dari RT 01 RW 03 Kadus lll mengaku dimintai uang saat menerima kupon bantuan. Keluhan ini langsung menyebar dan memicu keresahan di tengah publik.
KS menuturkan kepada media bahwa oknum yang datang ke rumahnya meminta uang Rp5.000 saat pembagian kupon. “Ya mas, kemarin pas pembagian kupon datang ke rumah, orang tersebut minta Rp5.000,” ujarnya.
Hal serupa diakui oleh penerima berinisial SN, warga Kadus II yang menyebut bahwa ia dipungut biaya sebesar Rp7.000 oleh ketua kelompok saat menerima undangan di rumahnya.
Pemerintah desa langsung angkat suara membantah tudingan pungli. Perangkat desa bagian KUR Kesra menegaskan bahwa pihak Pemdes tidak mengetahui maupun menyarankan adanya pungutan kepada penerima manfaat.
Menurut KUR Kesra di Kantor Desa, hari ini merupakan penyaluran tahap kedua dengan total 266 KPM yang menerima bantuan beras dan minyak goreng, dengan proses penyaluran berlangsung hingga sekitar pukul 12.15 WIB.
Pernyataan serupa disampaikan Sekretaris Desa, yang mengaku tak mendapat laporan ataupun koordinasi dari perangkat di bawah terkait dugaan pungutan tersebut.
Namun pernyataan mengejutkan muncul dari Kepala Dusun berinisial SFD. Saat dimintai keterangan, ia menyebut pungutan itu adalah hal “umum” dan terjadi di dusun lain juga, lalu pergi meninggalkan tim media begitu saja. Hal itu tidak sepatutnya dilakukan seorang Aparatur Pemerintah Desa.
KUR Kesra menutup klarifikasi dengan menegaskan bahwa kupon undangan Bansos dibagikan melalui masing-masing kadus, dengan total data valid 398 KPM. Hingga hari ini, bantuan sudah tersalurkan sekitar 47 persen atau 266 kepala keluarga.






