IMC dan KOLASE Audiensi dengan Pemda Lebak, Batching Plant PT BBS Dipastikan Ditutup dan Dibongkar

oleh -295 Dilihat

LEBAK,Revolusinews.com – Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) bersama Koalisi Lebak Selatan (KOLASE) menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak terkait keberadaan batching plant PT Bintang Beton Selatan (BBS) di Kecamatan Cihara, Rabu (8/1/2026).

Audiensi tersebut diterima oleh Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lebak, Rahmat, yang mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak. Turut hadir dalam forum tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pertanian, Dinas PUPR, DPMPTSP, ATR/BPN, Satpol PP, Biro Hukum, serta perwakilan Polres Lebak dan unsur terkait lainnya.

Dalam audiensi itu, seluruh pihak menyampaikan pandangan dan hasil kajian masing-masing terkait keberadaan batching plant PT BBS. Berdasarkan pemaparan OPD dan masukan dari IMC serta KOLASE, disimpulkan bahwa lokasi batching plant tersebut berada di Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), sehingga dinyatakan melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan.

“Karena sudah jelas dari seluruh pihak, baik OPD maupun rekan-rekan IMC dan KOLASE, maka dapat dipastikan PT BBS akan ditutup dan dibongkar. Nantinya akan diberikan kesempatan terlebih dahulu, apakah dibongkar secara mandiri atau dilakukan penutupan dan pembongkaran secara paksa,” tegas Rahmat, Asda II Kabupaten Lebak.

Menanggapi hasil audiensi tersebut, IMC dan KOLASE menyatakan akan menunggu ketegasan nyata dari Pemerintah Kabupaten Lebak, mengingat sebelumnya penanganan persoalan ini dinilai berlarut-larut.

“Sebelumnya kami menuntut agar batching plant PT BBS ditutup pada akhir tahun 2025, namun selalu diulur hingga akhirnya kami melakukan gerakan. Hari ini Asda II sudah menyatakan sikap untuk menutup dan membongkar batching plant PT BBS Cihara. Kami akan menunggu realisasinya. Jika sudah dilakukan, tentu akan kami apresiasi dan ucapkan terima kasih,” ujar Hendrik Arizky dari IMC.

Sementara itu, Bucek dari KOLASE menilai kehadiran OPD dalam audiensi menjadi poin penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait regulasi.

“Alhamdulillah, audiensi dihadiri langsung oleh OPD terkait sehingga diskusi berjalan terbuka dan komprehensif. Hasilnya jelas dan final, bahwa batching plant PT BBS Cihara berada di kawasan LSD, sehingga melanggar aturan dan menjadi kendala utama dalam perizinan. Hal ini yang membuat Asda II yakin dan siap menutup serta membongkar paksa bangunan tersebut,” paparnya.

Hal senada disampaikan Otoy Lahar dari KOLASE. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal hasil audiensi tersebut.

“Kami akan terus berjuang. Pernyataan Asda II dan OPD yang siap menutup dan membongkar paksa batching plant PT BBS di Cihara menunjukkan perjuangan kami tidak sia-sia. Namun jika penutupan dan pembongkaran tidak kunjung dilakukan, kami siap kembali melakukan gerakan,” tegasnya.(Hs)

No More Posts Available.

No more pages to load.