Jadi Diri Sendiri Tanpa Topeng

oleh -606 Dilihat
oleh
Foto: R. Joko Kusuma 7 di Kumalirang Kabupaten Pandeglang, Banten. (Dok. Revolusi News)
Foto: R. Joko Kusuma 7 di Kumalirang Kabupaten Pandeglang, Banten. (Dok. Revolusi News)

Oleh: Joko Kusuma

RevolusiNews.com – Dalam perjalanan di kehidupan ini ketika orang apa adanya atau tidak memakai “topeng” selalu mengedepankan instrospeksi diri atas kesalahan, kekurangan dan kelemahannya yang belum tentu bisa diterima banyak orang, sehingga akan siap berdiri sendiri (Qiyamuhu binafsihi) untuk mengikis ketergantungan terhadap orang lain.

Pada akhirnya, orang yang berdiri sendiri ini hanya bersandar dan berserah diri bukan kepada siapapun, melainkan hanya kepada Tuhan Allah SWT dengan pedoman bisa bermanfaat bagi sesama ciptaan-Nya (sebaik-baiknya manusia bisa memberikan manfaat).

Manusia berdiri sendiri bukan berarti merasa mampu apalagi sombong, bukan pula tidak mau berhubungan dengan orang lain, dia tetap bersedia berdampingan bersama-sama dengan dilandasi kebersamaan untuk saling melengkapi kekurangannya.

Motivasinya:
Ketangguhan dan kekuatan seseorang dapat dilihat dari sifat kebaikan, kemuliaan, kesabaran dan mementingkan kebutuhan orang lain

Firman Allah SWT:
An-Nisā : 175
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

Orang Memakai “Topeng”

Ketika orang memakai “topeng” tidak apa adanya akan jauh dari instrospeksi diri yang tak lepas selalu merasa benar dengan ucapan maupun perbuatannya yang tanpa disadari berdampak menggerogoti dirinya sendiri.

Bahkan, orang yang memakai “topeng” belum tentu berani berdiri sendiri karena selalu mencari celah “mangsa” atau ketergantungan kepada orang lain untuk memenuhi hawa nafsu keinginan hidupnya.

Motivasinya:
Sehebat apapun orang jika punya niat buruk/picik untuk memanfaatkan orang lain cepat atau lambat akan hanyut terbawa derasnya arus air mengalir

Firman Allah SWT:
Hūd : 15
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Hūd : 16
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Demikian catatan dari seorang Rakyat Jelata, Joko Kusuma. Semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya pembaca yang memaknainya.

Kami juga membuka peluang bagi Anda yang ingin catatannya dipublikasikan di RevolusiNews.com bisa menghubungi nomor : 0896-5335-8998

No More Posts Available.

No more pages to load.