PEMALANG, Revolusinews.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan. Di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, distribusi MBG untuk siswa SD dan TK dilaporkan mengalami keterlambatan hingga berjam-jam.
Di Desa Payung, Kecamatan Bodeh, sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang lokasinya dekat dengan dapur pengolahan MBG justru baru menerima makanan sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal, sesuai jadwal, distribusi seharusnya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi serupa juga terjadi di SD dan TK Desa Karangbrai, Kecamatan Bodeh. Berdasarkan pantauan di lapangan, menu MBG baru tiba sekitar pukul 15.30 WIB, bahkan jatah untuk hari Selasa dan Rabu diterimakan pada Senin petang sekitar pukul 18.00 WIB. Ini diduga ada unsur kesengajaan kenapa dirapel yang seharusnya berjalan tiap hari.
Keterlambatan tersebut memicu kekecewaan pihak sekolah. Makanan yang datang sore hingga malam hari dinilai tidak efektif dan menyulitkan guru dalam pengelolaan, terutama karena tidak sesuai dengan jam belajar siswa.
Aliansi Pemerhati Pendidikan Kabupaten Pemalang, Edi Darmawan, menilai sistem distribusi MBG di wilayah Bodeh berjalan tidak profesional. Menurutnya, pola pembagian yang tidak tepat waktu mencerminkan lemahnya manajemen pelaksana di lapangan, paparnya.
Hal itu terjadi pada Senin (22/12/2025) siang. Ia menegaskan keterlambatan distribusi MBG tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak gizi peserta didik, ujarnya.
Edi menambahkan bahwa kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Payung perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia menyatakan pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke instansi terkait agar tidak kembali terulang, pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini dirilis, pihak SPPG Payung berinisial MN belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi, yang bersangkutan tidak merespons dan memilih diam.Sementara itu, hingga berita ini dirilis, pihak SPPG Payung berinisial MN belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi, yang bersangkutan tidak merespons dan memilih diam.












