Oleh : Dede Farhan Aulawi
Revolusinews.com – Ada saat-saat ketika rumah terasa begitu sunyi, bukan karena tak ada suara, melainkan karena suara yang paling dirindukan tak lagi terdengar. Suara orang tua yang dahulu memanggil nama kita dengan penuh kasih, menanyakan kabar, atau sekadar mengingatkan untuk menjaga diri.
Ketika mereka masih ada, sering kali kita mengira waktu akan selalu memberi kesempatan untuk membalas semua kebaikan mereka. Namun, kehidupan memiliki jalannya sendiri. Suatu hari, kursi yang biasa mereka duduki menjadi kosong, dan yang tersisa hanyalah kenangan yang datang tanpa diundang.
Betapa banyak kasih sayang yang mereka berikan tanpa pernah meminta balasan. Mereka menahan lelah agar kita bisa beristirahat, menyembunyikan kesedihan agar kita tetap tersenyum, dan memanjatkan doa-doa yang mungkin tak pernah kita dengar, tetapi menjadi alasan mengapa kita mampu melewati banyak kesulitan.
Kini, ketika mereka telah tiada, kita baru menyadari bahwa tidak ada pelukan yang lebih tulus daripada pelukan orang tua. Tidak ada cinta yang lebih ikhlas daripada cinta yang mereka berikan sepanjang hidupnya.
Jika hari ini air mata jatuh saat mengingat mereka, biarkan itu menjadi bukti bahwa kasih sayang mereka masih hidup di dalam hati. Sebab kematian mungkin memisahkan raga, tetapi tidak pernah mampu menghapus cinta yang telah mereka tanamkan. Dan di setiap doa yang kita panjatkan untuk mereka, sesungguhnya kita sedang merawat kembali jejak kasih yang tak pernah hilang.






