Jika Negara Tidak Memiliki Keberpihakan pada Rakyat Kecil

oleh -287 Dilihat
oleh
img 20260519 wa0020

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Negara lahir bukan hanya untuk menjaga batas wilayah dan menjalankan pemerintahan, tetapi juga untuk memastikan setiap rakyat mendapatkan kehidupan yang layak, adil, dan manusiawi. Dalam sebuah negara, rakyat kecil merupakan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan. Mereka adalah para buruh, petani, nelayan, pedagang kaki lima, pekerja informal, dan masyarakat miskin yang hidup dengan keterbatasan ekonomi. Ketika negara kehilangan keberpihakan kepada rakyat kecil, maka yang tumbuh bukanlah keadilan sosial, melainkan ketimpangan, kemiskinan, dan hilangnya kepercayaan terhadap negara itu sendiri.

Rakyat kecil sering kali menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya lapangan pekerjaan, rendahnya upah, serta mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan. Di tengah keterbatasan itu, mereka berharap negara hadir sebagai pelindung. Namun jika kebijakan hanya berpihak kepada pemilik modal dan kelompok elite, maka rakyat kecil akan semakin terpinggirkan. Pembangunan akan terlihat megah di kota-kota besar, tetapi penderitaan masih memenuhi sudut-sudut desa dan kawasan kumuh.

Ketika negara tidak berpihak kepada rakyat kecil, hukum pun perlahan kehilangan makna keadilan. Orang miskin bisa dihukum berat karena kesalahan kecil, sementara pelaku korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sering mendapat perlakuan istimewa. Ketimpangan seperti ini melahirkan rasa kecewa dan kemarahan sosial. Rakyat mulai merasa bahwa negara hanya menjadi alat kekuasaan, bukan rumah bersama yang melindungi semua golongan.

Selain itu, ketidakberpihakan negara dapat memperlebar jurang sosial antara kaya dan miskin. Orang kaya semakin mudah mengakses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan terbaik, dan peluang ekonomi yang besar. Sementara rakyat kecil terus berjuang untuk bertahan hidup dari hari ke hari. Akibatnya, lahirlah generasi yang kehilangan harapan karena merasa masa depan hanya milik mereka yang memiliki kekuasaan dan uang.

Negara yang tidak peduli kepada rakyat kecil juga berisiko kehilangan kekuatan moralnya. Sebab kekuatan sebuah bangsa bukan hanya diukur dari tingginya gedung atau besarnya investasi, tetapi dari seberapa banyak rakyatnya hidup sejahtera. Negara yang membiarkan rakyat kecil menderita sesungguhnya sedang membangun bom waktu sosial. Ketika rasa ketidakadilan terus menumpuk, konflik sosial dan ketidakstabilan dapat muncul kapan saja.

Sebaliknya, negara yang berpihak kepada rakyat kecil akan melahirkan kepercayaan dan persatuan. Keberpihakan itu dapat diwujudkan melalui pendidikan yang terjangkau, layanan kesehatan yang merata, perlindungan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, subsidi tepat sasaran, dan penegakan hukum yang adil. Negara harus hadir bukan hanya saat membutuhkan suara rakyat ketika pemilu, tetapi juga saat rakyat menghadapi kesulitan hidup.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah negara bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi sejauh mana rakyat kecil dapat hidup dengan martabat. Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya memuliakan kekuasaan dan kekayaan, melainkan bangsa yang mampu memeluk mereka yang lemah agar tetap memiliki harapan. Jika negara tidak memiliki keberpihakan pada rakyat kecil, maka sesungguhnya negara sedang kehilangan jiwanya sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.