SERANG, Revolusinews.com – Kepala Desa (Kades) Cilayang Guha, Agan Diharja menghadiri acara peresmian Mushollah Al – Muttaqin dan santunan yatim piatu 10 Muharram 1448 Hijriah bertempat di Kampung Pabuaran Desa Cilayang Guha, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten pada Kamis (24/6/2026).
Acara tersebut digagas oleh warga Kp. Pabuaran Tegal yang diketuai oleh salah satu tokoh masyarakat Ustad Maksum didampingi oleh Sadin dan Sarta serta masarakat Kp. Pabuaran Tegal.
Momentum peresmian dan acara santunan yatim piatu yang di gagas oleh warga kp. Pabuaran bertepatan dengan 10 muharam 1448 hijriah ini dinilai sebagai saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat silaturahmi juga menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.

Kades Cilayang Guha, Agan Diharja mengatakan bahwa esensi dari peresmian Mushollah Al – Muttaqin dan santunan yatim piatu pada 10 Muharram bukan sekadar perubahan bentuk bangunan musholah saja, melainkan sebuah simbol perjuangan untuk berhijrah menuju tatanan kehidupan yang lebih baik.
Ia mengajak masyarakat untuk memaknai nilai-nilai hijrah,Perubahan serta kepedulain untuk terus berbagi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.
“Hijrah mengajarkan kita tentang optimisme, kerja keras, dan keberanian untuk meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif menuju kemajuan,” ujar Agan diharja.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks hanya bisa dihadapi dengan semangat gotong royong dan rasa kepedulian sosial yang tinggi.
Berikut adalah poin-poin utama yang ditekankan oleh Agan Diharja dalam acara peresmian Mushollah Al – Muttaqin serta santunan Yatim Piatu pada 10 Muharram 1448 H:
1. Refleksi Diri: Mengevaluasi diri demi meningkatkan kualitas keimanan dan kontribusi sosial.
2. Persatuan Harmonis: Memperkuat tali silaturahmi antar warga untuk menjaga kondusivitas daerah.
3. Edukasi Generasi: Menanamkan nilai-nilai kebaikan dan sejarah Islam kepada generasi muda.
Menutup pernyataannya, Agan Diharja berharap agar momentum acara peresmian dan santunan yatim piatu pada 10 Muharram 1448 Hijriah ini membawa keberkahan, kedamaian, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Serang.






