MEDAN, Revolusinews.com– Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mewujudkan keinginan ilmuwan kelas dunia penemu Biofar Srhimp Skincare (SS) Muhammad Ja’far Hasibuan dengan memberikan Rumah Klinik gratis seluruh dunia yang berlokasi di Jalan Sari Gang Teratai 12 Nomor 6 Dusun 6 depan Pajak Bengkok Desa Marendal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Rumah klinik gratis diberikan kepada Muhammad Ja’far bin pada Sabtu (25/3/223), dimana sebelumnya Klinik Biofar SS pengobatan gratisnya menyewa ruko klinik di Alamat Jalan Seksama Ujung Nomor 86 Kelurahan Medan Tenggara Kecamatan, Medan Denai, Kota Medan.
Sebagai inspiratif penemu biofar Srhimp Skincare, Muhammad Ja’far Hasibuan memiliki segudang prestasi yang pernah meraih medali emas dan world diantaranya
– Invention Intellectual Property Associations Special Award dalam ajang Kompetisi Dunia China Sanghai.
-International Exhibition of Inventions dan China (Shanghai).
-International Technology Fair (CSITF) di Sanghai, China.
“Syukur alhamdulillah doa saya didengar Allah. Melalui tangan dan perhatian bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saya dan keluarga dibantu sebuah rumah yang akan dijadikan praktek pengobatan tradisional sekaligus tempat tinggal,” ungkap Ja’far berderai air mata saat menerima hibah rumah tersebut.

Tentunya doa Muhammad Ja’far Hasibuan ingin memiliki rumah penelitian dan praktek pengobatan tradisional herbal didengar oleh Allah SWT berkat uluran tangan Kapolri, sehingga Muhammad Ja’far Hasibuan menyebut siapapun kini “Sudah Bisa Datang Berobat Gratis” baik dalam negeri maupun dari luar negri.
Muhammad Ja’far Hasibuan bersujud syukur mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doanya dan mengalir pahalanya selamanya bagi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Air mata menetes membasahi pipi pria ini sebagai rasa kebahagiannya mendapatkan bantuan berupa rumah yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian praktek pengobatan tradisional herbal di Klinik Biofar SS.
“Rumah ini juga dimanfaatkan untuk tinggal bersama istri dan anaknya,” kata Muhammad Ja’far Hasibuan menceritakan kepada awak media pada Selasa 28 Februari 2023 utusan Kapolri dari Polda Sumatera Utara (Sumut) menghubungi pria juara dunia medis ini.
Utusan Kapolri itu, meminta dokumen KTP pribadi Muhammad Ja’far Hasibuan.
“Untuk apa KTP itu,” sebut Ja’far. Senang bercampur kaget, ketika utusan itu meminta Muhammad Ja’far Hasibuan ikut menghadap ke Notaris untuk balik nama kepemilikan rumah, besoknya Rabu.
“Tadi pagi saya pamitan dengan istri dan anak untuk berangkat kerja menuju Kantor Notaris di Jalan Sumarsono di saat hujan deras saya tetap berangkat mengendarai roda dua yang sudah di jadwalkan. Di lokasi saya telah ditunggu utusan Kapolri dari Polda Sumut dan notaris,” ujarnya.
Muhammad Ja’far Hasibuan juga mengungkapkan, bahwa oleh Kapolri diberi bantuan sebuah rumah sekaligus tempat penelitian untuk berkarya dan berprestasi ukuran 90 meter persegi.
“Tadi, saya melakukan balik nama rumah tersebut di Kantor Notaris PPAT Robin Hudson Sitanggang., S.H., SpN,” ucap Ja’far.
Muhammad Ja’far Hasibuan, tak ketinggalan mengucapkan terimakasih kepada ayah angkatnya yang merupakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tiada hentinya memberikan perhatian khusus, sejak Muhammad Ja’far Hasibuan mengalami musibah kemalingan di praktek pengobatanya sebelumnya.
“Saya ucapkan banyak terimakasih atas atensi ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga detik ini kepada saya dan keluarga. Bantuan kali ini sangat luar biasa, saya tidak menyangka kebaikan ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantu saya dan keluarga. Dengan pemberian sebuah rumah saya doakan selalu mengalir pahalanya kepada Bapak Kapolri,” ujar ilmuwan berusia 30 tahun ini.
Ilmuwan yang merantau dari sejak sekolah dasar hingga menamatkan kuliah membiaya sendiri biaya pendidikannya.
Pria kelahiran Padang Lawas Utara (Paluta) anak kedua sepuluh bersaudara dan di perantauan dia mengingat perjuangan yang pernah dialaminya masa lalu bahkan beliau pernah tinggal di bawah jembatan dan tidur di emperan sebuah pasar, yang merantau dari kampung halamannya dia tidak lupa, saat memutuskan berjuang dan bersaing di belahan dunia kini kelemahannya terbayar sudah.
“Berkat uluran tangan ayah Kapolri ini saya siap melayani dengan ikhlas pengobatan bagi masyarakat kurang mampu secara gratis,” tutupnya.







