JAKARTA UTARA, Revolusinews.com – Kelurahan Rawa Badak Selatan (RBS), Kecamatan Koja, Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah percontohan nasional dalam hal mengatasi persoalan sampah berbasis masyarakat.
Program ini dijalankan berkat arahan Menteri Lingkungan Hidup dan dukungan penuh dari Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Lurah Rawa Badak Selatan, Yuyun Wahyudi, mengatakan bahwa Jakarta Utara ditunjuk sebagai kota percontohan nasional karena dinilai mampu menginisiasi pengelolaan sampah sejak dari tingkat pemukiman.
“Isu awalnya adalah semakin membludaknya sampah perkotaan sehingga TPA Bantar Gebang semakin menggunung. Karena itu, sampah harus didaur ulang atau diminimalisir di tingkat pemukiman,” jelasnya.
Menurut Yuyun, saat ini pihaknya tengah membentuk RT percontohan di setiap RW, dengan total 11 RT yang sudah mulai merintis pengelolaan sampah.
“Program ini gayung bersambut dengan Pertamina, yang tahun ini menjadikan lingkungan hidup sebagai fokus CSR. Sampah organik dikelola menjadi kompos dan pakan maggot, sementara sampah non-organik diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi, seperti tatakan gelas, asbak, hingga tempat tisu,” terangnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Rawa Badak Selatan, Ahmad Faisal berharap sinergi dengan Pertamina ini benar-benar konsisten dan berkelanjutan. “Intinya, kami ingin ada kesungguhan. Dengan kolaborasi ini, kami menargetkan pengurangan sampah hingga 50 persen. Ini langkah awal agar ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.
Kemudian, Setiaji, perwakilan CSR Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jakarta, menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung program pengelolaan sampah di Rawa Badak Selatan.
“CSR Pertamina siap bersinergi dan berkolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Ini bagian dari tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup yang menunjuk Jakarta Utara sebagai kota percontohan bebas sampah tingkat nasional,” ungkapnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta, program ini diharapkan tidak hanya mampu menekan volume sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga melalui daur ulang kreatif.






