LEBAK,RevolusiNews.com – Sinergitas Koramil 0314/ Panggarangan dengan DKP Banten Dalam Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Kecamatan Cihara dan Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, sebagai bentuk kepedulian TNI soal kelestarian alam, khususnya ekosistem pesisir dilakukan dengan rehabilitasi pesisir dengan penanam mangrove.
Koramil 0314/ Panggarangan bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten untuk merehabilitasi pesisir di wilayah Kecamatan Panggarangan dengan program penanaman pohon mangrove yang bibitnya disediakan oleh Seksi Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, DKP Banten yang berkantor di Binuangen.
Kapten Inf. Ratono, Danramil 0314/ Panggarangan melalui Batuud Serka Asmar, pada Selasa (14/02/23) saat menerima bibit mangrove sebanyak 200 pohon dari Kasie Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DKP Banten, Arif, bertempat di Koramil 0314/ Panggarangan mengatakan.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami, khususnya saya pribadi Sersan Kepala Asmar mewakili Pak Danramil 0314/Panggarangan Kap.Inf. Ratono, sangat bangga dan berbahagia, Alhamdulillah apa yang direncanakan sesuai dengan program dari pimpinan atas sudah kami penuhi, mudah-mudahan untuk program bisa berjalan lancar, dan kami ucapkan ke DKP dari kelautan sangatlah terima kasih banyak, karena yang bisa kami sampaikan hanya seperti itu, lain-lainnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, terima kasih katanya.
Arif, Kasie Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DKP Banten, pada kesempatan yang sama mengungkapkan, “Ini karena memang termasuk di dalam program kita juga, apalagi daerah Panggarangan juga termasuk daerah yang kritis untuk rehabilitasi pesisirnya juga, kita selalu support apapun yang diminta oleh stake holder, masyarakat, dan elemen-elemen lain yang mendukung terciptanya rehabilitasi pesisir, mitigasi bencana di wilayah pesisir juga, itu selalu kita support.”
Lanjutnya, “Kita selalu menampung aspirasi apa yang kira-kira bisa kita sinergiskan, apa yang kita bisa bantu nanti kita usulkan ke pimpinan untuk dilanjutkan, program seperti apa, harus bagaimana yang harus kita lakukan, kita juga butuh masukan-masukan dari masyarakat, dari stake holder, dari Danramil 0314/Panggarang Kapolsek dan lainnya.”
“Nah itu juga kami butuh support, informasi, masukan-masukan yang sangat membantu untuk instansi kami. Kalau urusannya dengan rehabilitasi pesisir, mitigasi bencana di wilayah pesisir, seperti vegetasi-vegetasi pesisir, itu bisa langsung ke kami. Kita ada kantor cabang dinas yang ada di Binuangen yang memang itu kepanjangan tangan dari Dinas Kelautan yang urusannya ada beberapa urusan yang ada di kantor cabang dinas, yang urusannya perikanan tangkap, yang urusannya pesisir dan pulau-pulau kecil, nah itu bisa langsung ke kami,” terang Arif.
Menjawab pertanyaan soal berapa biaya pengadaan bibit mangrove, ini kata Arif, “Kalau untuk bibit (mangrove-red) yang diminta, kita tidak minta apapun dari itu, hanya memang diperuntukkannya untuk wilayah pesisir, karena memang itu menjadi target indikator kinerja kita.”
“Indikator target provinsi, target nasional dan mungkin itu juga menjadi salah satu rangsangan untuk masyarakat membentuk kelompok dan mendatangkan CSR di wilayah-wilayah pesisir, untuk membangun wilayah pesisir menjadi kawasan-kawasan yang lestari,” imbuhnya.
Arif menjelaskan bahwa Kepala Seksi Pengelolaan Sumberdaya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, mempunyai Progam Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Sub kegiatannya, mitigasi bencana dan rehabilitasi pesisir serta pemberdayaan masyarakat, tutupnya.








