Kisah Ramlan: dari Tukang Ojek, Hotel Reviewer, Fotografer Merambah ke Digitalisasi

oleh -577 Dilihat
oleh
Foto Ramlan sosok inspiratif di dunia digital, jurnalistik, dan fotografi. (Dok. Revolusi News)
Foto Ramlan sosok inspiratif di dunia digital, jurnalistik, dan fotografi. (Dok. Revolusi News)

Revolusinews.comKisah ini menceritakan tentang perjalanan hidup Ramlan dimulai dari jalanan Bandung sebagai tukang ojek dan pedagang kaki lima yang menjajakan kaos dan sandal, kini menjadi sosok inspiratif di dunia digital, jurnalistik, dan fotografi. Ramlan bukan hanya fotografer panggung para artis, tapi juga penggerak literasi media sosial untuk pelajar melalui gerakan “Student Journalism” dan “Student Creator.”

Ramlan, yang lahir pada 7 Maret 1987, menempuh pendidikan dasar di SD Ciledug 2, lalu melanjutkan ke SMPN 2 Ngamprah, kemudian ke SMA Al-Bidayah Cangkorah Kabupaten Bandung Barat. Di masa SMA, ia dikenal sebagai Ketua OSIS yang mampu menggerakkan dan menyatukan berbagai kalangan siswa, termasuk mereka yang sebelumnya dianggap “anak nakal” atau bandel, untuk aktif dan berkontribusi dalam kegiatan OSIS dan sekolah. Jiwa kepemimpinannya tumbuh sejak dini, menjadi pondasi kuat bagi kiprahnya di kemudian hari.

Foto Ramlan sosok inspiratif di dunia digital, jurnalistik, dan fotografi. (Dok. Revolusi News)
Foto Ramlan sosok inspiratif di dunia digital, jurnalistik, dan fotografi. (Dok. Revolusi News)

Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2010 ini memulai karier sebagai guru kesenian dan komputer di Sekolah Dasar, sebelum menjajal dunia jurnalistik sebagai video jurnalis di LKBN Antara (TV). Di tahun 2014, ia mencetuskan gerakan Student Journalism, sebuah inisiatif untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada pelajar sekolah, agar mereka mampu berpikir kritis dan membedakan antara fakta dan hoaks. Gerakan ini bahkan sempat diimplementasikan keberbagai kota kabupaten seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab/Kota Garut, Kabupaten Ciamis, Solo hingga ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur melalui Workshop Literasi Media dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan LKBN Antara.

Sejak tahun 2012 hingga 2016, ia juga aktif di dunia film khususnya sebagai penulis skenario dan sempat mengerjakan beberapa film pendidikan bersama Kementrian Pendidikan, salah satunya Film Animais Menggapai Bintang.

Tidak berhenti di situ, Ramlan juga dikenal sebagai content creator di bidang pariwisata dan perhotelan dengan akun Instagram @liburams mengusung Liburan Enthusiast. Ia juga tergabung sebagai anggota aktif komunitas Teman Hotel Reviewer Indonesia (THR) dan pernah didapuk sebagai Brand Ambassador platform travel terkemuka, PegiPegi. Lewat review hotel yang dikemas menarik dan jujur, Ramlan telah mengunjungi dan mereview puluhan hotel di berbagai daerah, sekaligus membuka mata banyak orang bahwa content creation bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

img 2072 11zon

Sejak 2023, dengan akun Instagram @ramsmotret, Ramlan semakin menancapkan jejaknya di dunia stage photography, genre fotografi yang mengabadikan momen para artis di atas panggung. Ia menjadi fotografer andalan bagi sejumlah penyanyi tanah air seperti Gheayoubi, Wika Salim, Icha Christy (Icha Yang), hingga Vionita Sihombing. Hasil bidikannya tak hanya memperkuat identitas visual artis-artis tersebut, tetapi juga membuka jalan baru dalam kariernya sebagai fotografer profesional. Debutnya menjadi Director dan Script Writer Music Video adalah saat menggarap lagu “cemburu” Vionita Sihombing yang release 19 Juli 2024.

Tidak hanya berkarya, Ramlan juga kerap menjadi narasumber untuk berbagai komunitas digital dan kreatif, termasuk Ibu Berwisata. Ia melihat bahwa media sosial saat ini menjadi ladang informasi yang rawan bias, di mana berita baik dan buruk bercampur tanpa filter. Dari situ lahir ide gerakan “Student Creator”, yang akan memberikan pelatihan pembuatan konten positif dan viral bagi pelajar, sembari membekali mereka dengan etika digital dan kesadaran literasi media.

Menurut Ramlan, media sosial hari ini seperti pisau bermata dua. Bisa membangun, tapi juga bisa menghancurkan. Anak-anak muda perlu dibekali, agar mereka bisa menjadi kreator konten yang positif, bukan justru terbawa arus negatif.

Ramlan adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk menciptakan perubahan. Dari ojek ke redaksi, dari pedagang kaki lima ke panggung artis. Kisah hidupnya adalah pengingat bahwa setiap langkah kecil bisa menuju perjalanan besar.

Kami juga membuka peluang bagi Anda yang ingin catatannya dipublikasikan di RevolusiNews.com bisa menghubungi nomor : 0896-5335-8998

No More Posts Available.

No more pages to load.