Miris!! Beberapa Warga Pangawinan Harus Bertahan Hidup di Rumah Yang Hampir Roboh

oleh -93 Dilihat

SERANG, Revolusinews.com – Miris!!, tiga warga Kampung Pagadungan, Desa Pangawinan, Kecamatan Bandung Kabupaten Serang, harus bertahan hidup bersama anaknya di rumah yang tidak layak untuk di huni, Sabtu (27/12/2025).

Dari hasil penelusuran tim Rnews TV dilapangan ditemukan 3 warga yang di ketahui bernama Suheti (46) Irna (35) dan Ibu Jasinah (40) tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni.

Kepada RNews Suheti memaparkan bahwa dirinya seorang ibu tunggal yang menghidupi 3 orang anak, dan sudah bertahun-tahun tinggal dirumah yang hampir roboh tersebut. Bahkan ketika hujan turun dirinya harus tidur dibagian dapur yang bangunannya terlihat masih kokoh untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

“Keadaan rumah seperti ini sudah 3 tahun, dan untuk bantuan belum ada pak, dari Desa sudah pernah di ajukan, tapi sampai saat ini belum ada aja, saya tinggal dirumah ini bersama ketiga anak saya, dan suami sudah bercerai, dan kalau hujan kami tidurnya pindah ke dapur, saya berharap pemerintah bisa membangun rumah yang layak buat kami,” harap Suheti.

Terpisah Irna yang juga warga Kampung Pagadugan, dirinya terpaksa harus menumpang kepada orang tuanya, karena keadaan rumah yang tidak layak yang sewaktu waktu bisa roboh dan melukai dirinya beserta keluarganya. Karena mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja serabutan sungguh sangat sulit bagi Irna untuk memperbaiki rumah yang kerusakannya cukup berat.

“Keadaan rusak sudah lama sekitar 3 tahun lebih, dan suami saya kerja serabutan, sulit untuk bisa membangun rumah, sementara dari desa pernah di ajukan tapi sampai saat ini belum ada dan sekarang saya tinggal numpang sama orang tua, harapan saya untuk pemerintah bisa membangunkan rumah yang layak buat kami,” ujar Irna.

Sementara itu Jasinah juga seorang ibu tunggal yang menempati rumah tidak layak huni bersama tiga anaknya harus berkecamuk dengan perasaan dan rasa was was ketika hujan turun, karena kondisi rumah yang sudah mulai melapuk, yang sewaktu waktu dapat membahayakan dirinya dan anak anaknya, bahkan sesekali harus terjaga dan begadang sampai matahari terbit, untuk menjaga keamanan anak-anaknya.

“Was-was kalau hujan pak, karena bangunannya yang sudah rapuh, tapi mau digimanakan lagi, mau pindah kemana lagi, kami cuma punya rumah ini untuk berteduh, kadang suka begadang juga takut kenapa-napa, saya berharap pemerintah bisa segera membantu membangunkan rumah yang layak buat kami,” harap Jasinah.

Reporter: Wahyu Ceko