Momen Hari Ibu, Refleksi Diri untuk Menumbuhkan Rasa Syukur

oleh -730 Dilihat
img 20251222 wa0109

Revolusinews.com – Indonesia memiliki Hari Ibu Nasional yang unik pada 22 Desember. Sedangkan di negara lain seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang merayakan pada minggu kedua Mei, Inggris, Irlandia minggu keempat prapaskah, Polandia 26 Mei, Meksiko 10 Mei, Malawi 15 Oktober, Albania 8 Maret.

Memaknai Hari Ibu 22 Desember adalah momen untuk menghargai kasih sayang, menghormati atas pengorbanan dan peran krusial ibu dalam keluarga serta perjuangan kesetaraan yang merupakan tonggak sejarah dan pemberdayaan perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa.

Sejauh mana seorang ibu bisa mengukur keberhasilan dihubungkan dengan refleksi diri, mendidik dan membangun karakter generasi penerus bangsa, sungguh berat tantangan yang  harus dihadapi. Apakah seorang ibu dianggap gagal mendidik anaknya ataukan anaknya yang tidak bisa menghormati dan menghargai kasih sayang seorang ibu.

Ada yang lebih penting dari sekedar mengucapkan hari ibu, memberi bunga atau hadiah, tapi  bagaimana refleksi  diri kita untuk menjaga marwah seorang ibu sepanjang hayat. Walaupun tidak harus di tanggal 22 Desember, disinilah momen refleksi diri yang merupakan proses introspeksi seorang anak.

Jika dalam kehidupan kita selalu membuat onar, menjadi pemabuk, penipu, garong, rampok, koruptor, pembunuh, atau  menjadi pejabat namun selalu melanggar aturan, tidak bisa membuat kebijakan yang bijak dan adil, menindas. Masihkah kita bisa ingat perjuangan ibu yang mengandung 9 bulan, dengan dada sesak, mual, pusing, muntah, punggung pegal terkadang pingsan, mempertaruhkan nyawa pada saat melahirkan,  merawat, mendidik serta membesarkan kita dengan berbagai petuah dan nasehat.

Apabila kita sudah berkeluarga, apa yang sudah kita berikan ke ibu, kasih sayang, penghormatan, pemberian, kunjungan, perlindungan, atau kita sibuk mengurus diri dan keluarga, kita sibuk bekerja atau kita mencoreng nama baik orang tua, atau kita masih tidur diketiak ibu, atau bahkan tetap merepotkan orang tua.

Figur ibu bukan hanya orang  yang melahirkan kita tapi seseorang yang  merawat kita, mendidik kita, membesarkan kita, bisa ibu susu, ibu tiri, nenek, budhe, bibi, tante, ibu guru, ibu dosen dan lainnya termasuk istri, figur seorang  ibu yang patut mendapat apresiasi, dihormati dihargai karena dialah yang selalu mensupport, mendoakan dan mendidik anak anak kita, bahkan ada yang ikut membantu memenuhi  kebutuhan hidup keluarga walaupun itu bukan kewajiban.

Mari kita refleksi diri yang merupakan proses introspeksi atau merenung secara mendalam untuk meninjau kembali pengalaman, perilaku, emosi, dan keputusan diri sendiri dengan tujuan memahami diri lebih baik, belajar dari masa lalu, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta memperbaiki diri untuk menjalani hidup yang lebih sehat, seimbang bermakna, berbagi  dan menumbuhkan rasa syukur.

No More Posts Available.

No more pages to load.