SERANG,Revolusinews.com – Naas nasib yang dialami AF dan ACS, niat hati melangkahkan kaki dari rumah untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa, di Jl. Raya KH A ghozali no. 1 Cigodeg, Petir, harus rela menerima siksaan dari WK (oknum guru), lantaran terlambat atas perintah yang di berikan oleh WK, Sabtu (28/06/2025).
Diketahui, teragedi naas tersebut terjadi pada Rabu 25 Juni 2025, sekira pukul 18:30-19:30 WIB, AF dan ACS mengalami penyiksaan di dalam kamarnya.
Saat dikonfirmasi AF dan ACS menjelaskan bahwa dirinya telah di siksa, lantaran keterlambatan atas perintah yang di berikan WK kepada dirinya lalu memberi dua pilihan hukuman.
“Awalnya saya disuruh ambil golok, karena perjalanan, akhirnya saya terlambat, lalu saya di berikan dua pilihan hukuman, antara dicukur botak atau hal yang bermanfaat seperti babat rumput, dan kami memilih untuk babat rumput, setelah itu sehabis magrib saya dibawa masuk ke kamar dan dikamar saya disiksa, ditonjok dibagian dada, ditampar muka, dan ditendang dibagian kepala dan punggung, sampai waktu sholat isha baru berhenti,” ujar AF.

Sama halnya dengan ACS saat dikonfirmasi dirinya menjelaskan bahwa dirinya bersama temannya telah disiksa karrna datang terlambat saat diperintah mengambil golok oleh WK.
“Iya saya sama AF digebukin dikamar dari abis Magrib sampe Isha baru berenti, karena waktu disuruh ambil golok, saya dan AF terlambat, lalu diberi hukuman, ditonjok,, ditendang dan ditampar,” ucap ACS.
Ditempat yang sama, AS selaku orang tua ACS, Warga Kecamatan Cikeusal, mendapati anaknya telah dianiaya oleh oknum guru, dirinya tidak menerima dan akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib untuk meminta keadilan.
“Saya tidak terima atas apa yang sudah dilakulan kepada anak saya oleh oknum guru tersebut, saya menitipkan anak saya disitu untuk menuntut ilmu bukan untuk disiksa, atas kejadian ini saya akan melaporkan ke pihak yang berwajib untuk meminta keadilan,” tegas AS.
Untuk menggali informasi lebih akurat tim awa media RNewsTV, mendatangi Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa, tapi sangat di sayangkan, Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, berikut oknum guru tersebut tidak berada di tempat.
“Ketua Yayasan gak ada pak di Serang, Kepala Sekolah juga gak ada lagi ondangan dan WK sendiri kalau pagi sampai siang dia kuliah di Serang,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.
Sampai berita ini diterbitkan awak media masih menunggu klarifikasi dari pihak pondok pesantren.
Reporter: Wahyu






