TANGERANG, Revolusinews.com. – Libur di awal puasa jalan didepan sekolah serasa lenggang, mulai masuk sekolah terutama sekolah swasta pemandangan macet cukup panjang menjadi hal yang sudah biasa. Seperti yang terjadi di sekolah swasta di wilayah Pondok Aren Tangsel pada hari Rabu dan Kamis (25-26/02/26).
Ada kalanya untuk mengurai kemacetan selain dilakukan petugas dari sekolah juga dibantu oleh aparat setempat, walaupun lahan parkir sudah cukup besar, namun belum bisa mengurai kemacetan dengan baik Paling mendasar akar permasalahan kemacetan antara lain kendaraan yang keluar dari sekolah memotong jalur ke arah kanan, sehingga petugas menyetop kendaraan dari dua arah, begitu juga kendaraan yang masuk ke sekolah dari arah kanan, petugas juga menyetop kendaraan dari dua arah, jika parkiran penuh, ada kendaraan mau masuk dari kiri dan kanan , maka jalan berhenti total menunggu kendaraan ada yang keluar dari parkiran.
Jika diberlakukan bahwa anak murid tidak boleh diantar atau diantar hanya sampai 500 meter dari sekolah, pasti banyak sekali pihak yang harus terlibat dengan kebijakan ini dan banyak hal hal yang harus dipertimbangkan oleh berbagai pihak, sangat sulit diimplementasikan, pastinya menuai berbagai protes karena menyangkut keselamatan dan keamanan murid.
Lembaga pendidikan bukan hanya tempat mencari ilmu dan membangun karakter, namun sebaiknya juga tempat membangun keamanan dan kenyamanan lingkungan bukan hanya di dalam area sekolah (BSAN/Budaya Sekolah Aman dan Nyaman), namun bisa dikembangkan termasuk lingkungan diluar sekolah yang berdampak ke masyarakat seperti kemacetan lalu lintas.
Yang paling sederhana dan bisa dilakukan adalah sistem lalu lintas KIRKAN, semua kendaraan yang masuk ke. sekolah harus dari arah KIRI tidak boleh dari arah KANAN, begitu juga kendaraan yang keluar dari sekolah langsung belok ke arah KIRIi tidak boleh memotong arah ke KANAN.
Memang butuh kesadaran, kesepakatan, pioner, volunteer dan keberanian dari sekolah untuk berkoordinasi dengan pemerintah serta aparat setempat juga sosialisasi ke orang tua murid untuk menerapkan KIRKAN, tidak mudah untuk merubah kebiasaan tapi bisa diupayakan untuk keamanan dan kenyamanan lingkungan bersama.









