Oleh : Dede Farhan Aulawi
Revolusinews.com – Selaku Pecinta Alam, sudah sejak tahun 1990 saya selalu bicara dan mensosialisasikan pentingnya menjaga pelestarian alam, termasuk hutan. Dimana kerusakan hutan sering ditemukan di berbagai wilayah. Sebagai seorang jurnalis, saya juga sering menulis hal tersebut di berbagai media.
Hutan Indonesia merupakan salah satu penyangga ekologis terbesar di dunia, dengan kekayaan hayati yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversity. Namun, keberadaan hutan terus terancam oleh deforestasi, kebakaran hutan, perubahan iklim, dan aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan. Dalam konteks ini, membangun komitmen kolektif untuk menjaga hutan bukan hanya menjadi kebutuhan lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi, sosial, dan budaya bangsa. Komitmen tersebut harus hadir pada seluruh lapisan, baik pemerintah, masyarakat, sektor swasta, hingga komunitas internasional.
Hutan memiliki peran vital sebagai paru-paru dunia dan pengatur keseimbangan iklim. Indonesia dengan hutan tropisnya berkontribusi besar dalam menyerap karbon global. Selain itu, hutan menjaga ketersediaan air, mencegah erosi, serta menopang kehidupan jutaan masyarakat adat dan lokal. Tanpa komitmen kuat untuk menjaganya, Indonesia rentan mengalami krisis ekologis berupa banjir, kekeringan, tanah longsor, hingga penurunan kualitas udara.
Komitmen menjaga hutan berarti memastikan bahwa fungsi ekologis hutan tetap optimal, sehingga keberlangsungan hidup masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan tetap terjamin.
Hutan Indonesia menyimpan nilai ekonomi besar, baik dari sektor kehutanan, ekowisata, hasil hutan bukan kayu (HHBK), hingga jasa lingkungan seperti karbon. Namun, eksploitasi berlebihan tanpa komitmen keberlanjutan justru menimbulkan kerugian jangka panjang. Kerusakan hutan menyebabkan biaya ekonomi sangat besar dalam bentuk penanganan bencana, kerusakan infrastruktur, maupun hilangnya potensi ekonomi masa depan.
Membangun komitmen menjaga hutan berarti mengubah orientasi pembangunan dari eksploitasi jangka pendek menjadi pemanfaatan yang bijaksana, berbasis prinsip sustainable development.
Hutan Indonesia merupakan habitat bagi ribuan spesies endemik seperti orangutan, harimau sumatera, dan burung cenderawasih. Hilangnya hutan berarti hilangnya keanekaragaman hayati yang tak tergantikan. Selain itu, hutan adalah ruang hidup masyarakat adat dengan budaya dan kearifan lokal yang telah teruji dalam menjaga alam selama ribuan tahun.
Komitmen menjaga hutan sekaligus mencerminkan komitmen kita untuk melestarikan identitas bangsa dan warisan budaya nasional.
Mengurangi Risiko Perubahan Iklim
Kenaikan suhu global, ketidakstabilan cuaca, serta meningkatnya intensitas bencana alam merupakan konsekuensi dari perubahan iklim yang diperkuat oleh deforestasi. Indonesia sebagai negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia mempunyai tanggung jawab moral dan strategis untuk menekan emisi melalui pelestarian hutan.
Membangun komitmen menjaga hutan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia pada upaya global menghambat laju perubahan iklim, sekaligus melindungi generasi mendatang.
Mendorong Tata Kelola Hutan yang Lebih Baik
Komitmen menjaga hutan harus didukung oleh tata kelola yang transparan, pengawasan ketat, dan akuntabilitas terhadap pelanggaran lingkungan. Praktik illegal logging, alih fungsi lahan ilegal, hingga korupsi dalam perizinan kehutanan terjadi karena lemahnya komitmen moral dan institusional.
Komitmen ini dapat diwujudkan melalui penguatan penegakan hukum, peningkatan partisipasi masyarakat, kolaborasi pemerintah–swasta–komunitas, penerapan teknologi pemantauan hutan, dan edukasi publik tentang konservasi.
Tanpa komitmen, kebijakan lingkungan hanya menjadi dokumen tanpa implementasi. Komitmen menjaga hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap individu berperan dalam mengurangi tekanan terhadap hutan melalui penggunaan produk ramah lingkungan, mendukung konservasi, serta terlibat dalam aksi penghijauan. Kesadaran publik adalah kekuatan sosial yang dapat menekan praktik merusak hutan dan mendorong pola pembangunan berkelanjutan.
Komitmen sebagai Fondasi Masa Depan Hijau Indonesia
Keberhasilan menjaga hutan ditentukan oleh keteguhan komitmen kolektif bangsa. Tanpa komitmen, kebijakan akan mudah dilanggar; dengan komitmen kuat, setiap pihak dapat bergerak pada arah yang sama, menjadikan hutan sebagai aset yang dipelihara, bukan dieksploitasi.
Jadi, membangun komitmen dalam menjaga hutan Indonesia merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial bangsa. Komitmen ini harus diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor, tata kelola yang berintegritas, serta edukasi masyarakat. Hutan bukan sekadar sumber daya, tetapi penopang kehidupan dan identitas nasional. Dengan komitmen yang kuat, Indonesia dapat menjaga hutannya sebagai warisan tak ternilai bagi generasi kini dan mendatang.









