PEMALANG, Revolusinews.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Pemerintah Kabupaten Pemalang melaksanakan Upacara Peringatan HARDIKNAS Tahun 2023 di Lapangan Alun-Alun Pemalang. Selasa, 2/5/2023.
Hari pendidikan Nasional HARDIKNAS tahun ini mengusung tema, “Bergerak bersama semarakan merdeka belajar,” sesuai dengan surat no. 12811/MPK. A/TU. 02.03/2023, tentang pedoman peringatan Pendidikan Nasional tahun 2023 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi Republik Indonesia.
“2 Mei adalah peringatan yang dilaksanakan pada setiap tahun dan bertepatan dengan lahirnya tokoh nasional, bapak pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara dan Tutwuri Handayani sebagai filosofinya, semboyan dalam dunia pendidikan yang artinya (di belakang memberikan dorongan).
Upacara Hari Pendidikan Nasional di pimpin langsung oleh, Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat, S.T. di dampingi oleh Tim penggerak PKK Kabupaten Shanti Rosalia, S.sos., Sekretaris Dinas pendidikan Basuki,S.Pd., Satker dan tenaga pendidik Kabupaten Pemalang Forkopimda TNI lengkap tiga matra, Kapolres beserta jajarannya, serta para tamu undangan yang hadir dan siswa sebagai peserta upacara.
“Pencanangan bulan merdeka belajar adalah bagaimana cara kita mengekspresikan agar tidak terkekang dengan kurikulum-kurikulum yang membebani bagi tenaga pendidik serta untuk anak-anak yang di didiknya, sehingga para guru bisa berinovasi, dapat menciptakan metode-metode belajar yang lebih nyaman untuk siswanya dan juga para siswa di beri kebebasan untuk berinovasi bagaimana menciptakan ide-ide kreatif untuk kemajuan belajarnya, ” tutur Mansur
Mansur berharap, “Agar guru lebih semangat dalam mendidik anak muridnya, karena ada di dunia baru, yang bisa berselancar kemana-mana, bisa berkomunikasi kepada siapapun, kemudian untuk anak didiknya juga harus bersemangat dalam berkompetisi, tetapi dengan cara yang sportif, tidak harus menjegal dengan teman- temannya. Budi pekerti juga harus di tingkatkan,” ucap Mansur.
Di tambahkan pula, terkait Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pemalang, angkanya bisa di tekan, kita sedang berusaha dengan program “njuh sekolah maning” itu adalah sebagai bagian dari peningkatan IPM, karena dengan belajar yang masa lamanya 12 tahun, jadi IPM kita akan lebih baik,” imbuh Mansur.
“Bersama Guru maupun tenaga pendidik, ” Njuh Sekolah Maning” (Ayo kita sekolah lagi) karena dengan program ini, minimal anak tidak sekolah (ATS) di lingkungan sekitar bisa berkurang, itulah peran guru yang harus bisa mengajak para orang tua siswa, agar supaya bisa membujuk anak-anaknya mau bersekolah lagi, terus juga masalah ketidakmampuan itu masih bisa kita semangati, dan kita bisa bantu, akan tetapi permasalahannya, apabila anaknya memang tidak mau sekolah, nah itu yang susah dirubah, jadi apabila nantinya ada masalah terkait ATS, bisa di laporkan melalui Dinas Pendidikan,” pungkasnya.
Hal itupun di Amini oleh Dinas Pendidikan melalui Sekretaris Basuki, S.Pd., menurutnya, “Implementasi, Pencanangan bulan merdeka belajar”, Bulan mei ini 2023, merdeka belajar sepenuhnya di laksanakan di seluruh Indonesia, Termasuk di Kabupaten Pemalang dengan harapan implementasi yang tadinya hanya beberapa persen di terapkan, mulai tahun ini sudah mulai lengkap.
Kalau untuk SD 1-6 dan untuk SMP kelas 1-3 yang sebelumnya untuk SD kelas 1-4 belum mengenyam kurikulum merdeka tersebut, berati nantinya untuk tahun ajaran baru semua kelas sudah menggunakan kurikulum merdeka di semua kelas dan di semua jenjang,” terang Basuki.
“Menbahkan, Kurikulum merdeka itu sendiri adalah kurikulum yang fleksibel, di sana banyak hal-hal yang menyenangkan bagi murid maupun guru, untuk berinovasi maupun berkreasi dalam menuangkan ide-ide kreatifnya dalam rangka pendidikan.
“Kurikulum merdeka itu menyenangkan jadi tidak ada kesulitan di siswa-siswa dalam pengerjaannya, “tandasnya mengakhiri.












