PEMALANG, Revolusinews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Petarukan sejak Rabu sore, 4 Februari hingga Kamis dini hari, menyebabkan banjir di sejumlah desa. Sedikitnya lima desa terendam akibat meluapnya air yang belum surut hingga Kamis sore, (5/2/2026).
Banjir merendam kawasan permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi. Di beberapa titik, genangan air mencapai lutut orang dewasa dan masuk ke rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas serta mobilitas masyarakat.
Kata Roro Budi Setyawan, juga menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di wilayah Petarukan.
“Penyaluran makanan dilakukan di perkampungan Kecapang dan Jatimulyo. Awak media pun turun cek lokasi, ternyata hingga Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, genangan air di badan jalan dan rumah warga masih belum surut”.

Sebagai bentuk respons cepat, Kecamatan Tanggap Bencana, Camat Muhibin, bersama tim kecamatan, Trantib, dan staf langsung turun ke lapangan meninjau lima lokasi terdampak banjir.
Lokasi yang dikunjungi di antaranya Desa Kendaldoyong, Desa Kendalrejo, Desa Pesucen, dilanjutkan ke Desa Widodaren dan Desa Kalirandu. Di setiap titik, camat dan rombongan berdialog langsung dengan warga serta perangkat desa setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Muhibin secara simbolis menyerahkan bantuan sembako yang diterima langsung oleh masing-masing kepala desa untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak.
Ditemui di ruang kerjanya sekitar pukul 17.00 WIB, Camat Muhibin menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang melanda wilayahnya. Ia juga mengimbau seluruh desa terdampak agar segera mendirikan dapur umum guna mempermudah distribusi logistik dan pemantauan kondisi warga di lokasi banjir.








