Polisi Bongkar Praktik Jual Beli Satwa Dilindungi

oleh -3072 Dilihat
oleh
img 20230217 wa0039

BOGOR, Revolusinews.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor berhasil membongkar dugaan kasus praktik jual beli satwa yang dilindungi sekaligus mengamankan terduga pelaku berikut barang bukti berbagai jenis satwa yang dilindungi.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro SH DIK MHLi mengatakan bahwa kasus ini berhasil terungkap berkat adanya informasi masyarakat terkait adanya perdagangan satwa liar. Dari informasi tersebutlah Satreskrim Polres Bogor langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap seorang pelaku berinisial SM (36) di wilayah Jonggol Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada Senin (12/2/2023) lalu.

Lebih lanjut AKP Yohanes Redhoi Sigiro SH DIK MHLi mengungkapkan berhasil mengamankan barang bukti berbagai jenis satwa liar dilindungi seperti 1 (Satu) ekor Landak jawa (Hystris Javanica), 1 (Satu) ekor Lutung gudeng (Trhcypithecus Auratus), 1 (Satu) ekor Lutung budeng (Trhcypithecus Auratus), 1 (Satu) ekor Lutung Surili (Presbytis Comata), 1(Satu) ekor Owa jawa (Hylobates Moloch), 1 (Satu) ekor burung Elang Bidol (Chella), 2 (Dua) buah kandang besi dan 2 (Dua) buah kardus tempat penyimpanan hewan.

Dari pengakuan SM, kata AKP Yohanes Redhoi Sigiro SH DIK MHLi, dirinya mendapatkan hewan-hewan tersebut dari Petani. Yang kemudian di rawat dan diperjualbelikan melalui media sosial Facebook dan Whatshapp oleh Pelaku. Jadi, bila ada pembeli yang berminat dalam transaksinya di lalukan melalui transfer ke rekening pelaku sendiri. Lalu hewan tersebut di kirim melalui jasa pengiriman Bus atau Elf ke lokasi pembeli.

“Atas perbuatannya, oelaku akan kita kenakan Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf (a) UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman pidana maksimal 5 (Lima) tahun penjara dan denda 100 Juta rupiah,” tutup AKP Yohanes Redhoi Sigiro SH DIK MHLi di Mapolres Bogor pada Kamis (16/2/2023).

No More Posts Available.

No more pages to load.