Profesionalitas Kopkar Koja Sebagai Mitra Perusahaan dan Kesejahteraan Anggota

oleh -311 Dilihat
oleh
img 20250209 wa0029

JAKARTA, Revolusinews.com – Koperasi Karyawan (Kopkar) Terminal Petikemas Koja sukses menyelenggarakan kegiatan rapat pengurus untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota koperasi serta membahas pencapaian koperasi selama tahun 2024 dan program-program strategis yang akan dijalankan pada tahun 2025 yang dilaksanakan di Villa Trawas, Puncak, Bogor pada 7-8 Februari 2025.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi wadah diskusi produktif dalam meningkatkan peran koperasi sebagai mitra perusahaan sekaligus penopang kesejahteraan anggotanya.

Hadir dalam acara ini para pengurus, dewan pengawas, pembina, serta konsultan profesional di bidang keuangan dan hukum. Rapat kerja ini menyoroti pentingnya optimalisasi koperasi karyawan sebagai wadah peningkatan kesejahteraan anggota. Para peserta sepakat bahwa koperasi harus mampu memaksimalkan keuntungan dari perputaran bisnis yang dikelola, sehingga dapat meningkatkan manfaat bagi anggotanya.

Selain itu, koperasi karyawan diharapkan dapat menjalin kemitraan lebih erat dengan perusahaan, terutama dalam hal tender pengadaan barang dan jasa, serta berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan strategi ini, koperasi dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pekerja dan anggotanya, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan bersama.

Masykur Isnan, selaku konsultan hukum yang turut hadir dalam acara ini, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam ekosistem perusahaan BUMN. Ia menyampaikan rencana untuk mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan para pimpinan perusahaan BUMN guna membahas peran koperasi karyawan di lingkungan BUMN secara lebih komprehensif. Dalam upaya mendukung penguatan koperasi karyawan di berbagai perusahaan BUMN.

Masykur Isnan juga mendorong pembentukan koperasi karyawan di setiap perusahaan BUMN. Koperasi Karyawan TPK Koja diharapkan dapat menjadi koperasi percontohan bagi koperasi karyawan lainnya di bawah naungan BUMN.

Selain itu, dalam waktu dekat perlu didorong komunikasi yang lebih intensif dengan para stakeholder terkait, di antaranya Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN, serta para pengurus serikat pekerja dan koperasi di lingkungan BUMN.

“Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat implementasi koperasi karyawan sebagai mitra perusahaan sekaligus instrumen peningkatan kesejahteraan pekerja di sektor BUMN yang diharapkan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, koperasi karyawan dapat semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya,” kata Masykur.

Di sisi lain, Budi selaku Ketua Koperasi Karyawan TPK Koja, mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh koperasi, salah satunya terkait dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan kontrak.

Budi menjelaskan bahwa ada beberapa karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun yang statusnya sebagai pekerja kontrak, dan hal ini perlu dibahas lebih lanjut dalam rapat anggota koperasi.

“Keputusan terkait kebijakan pemberian THR bagi karyawan kontrak harus didasarkan pada regulasi yang jelas serta mempertimbangkan keseimbangan finansial koperasi agar tetap berkelanjutan,” ujar Budi menjelaskan.

Sedangkan Daeng (Farudi), selaku pembina Koperasi Karyawan sekaligus Ketua Serikat Pekerja TPK Koja menyoroti perlunya pembentukan induk koperasi yang dapat menyelaraskan tujuan bersama antar koperasi karyawan yang tersebar di berbagai lokasi. Dengan adanya induk koperasi, akan tercipta koordinasi yang lebih baik serta persaingan yang sehat antar koperasi karyawan.

“Pembentukan induk koperasi ini akan segera dirapatkan dengan seluruh anggota koperasi agar keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak dan memperkuat posisi koperasi dalam lingkungan usaha yang lebih luas,” kata Farudi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antar anggota koperasi karyawan serta memberikan ruang bagi para pengurus dan anggota untuk membahas langkah-langkah strategis yang akan ditempuh koperasi di masa depan dengan adanya sinergi yang baik antara koperasi.