Program P3-TGAI PUPR, Tingkatkan Kinerja Layanan Jaringan Irigasi

oleh -915 Dilihat

CILACAP, Revolusinews.com – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, melalui Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Tani Makmur Desa Grugu melakukan pembangunan berupa jaringan tersier Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di desa Grugu, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap.

Bangunan saluran irigasi sepanjang 342 meter diperuntukkan guna meningkatkan kemampuan jaringan air yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Ditemui di lokasi kegiatan, Pujo Waluyo, selaku Ketua P3A Tani Makmur menyampaikan terimakasih atas dibangunnya saluran irigasi program P3-TGAI PUPR. Dirinya menyebut bahwa P3-TGAI merupakan program rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan jaringan irigasi berbasis peran serta masyarakat petani, dan program ini dilaksanakan langsung oleh Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A).

“Terimakasih tentu kami sampaikan kepada pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah. Terimakasih kepada Kementrian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy serta pihak-pihak terkait atas terlaksananya pembangunan tersier di wilayah kami,” ucap Pujo, Sabtu (1/7/2023).

“Tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada, anggota DPR-RI komisi V, anggota DPRD komisi C yang mana telah membawa dan memperjuangkan aspirasi kami sehingga kegiatan ini sampai disini,” ujarnya.

Pujo menuturkan, bahwa penyelenggaraan Program P3-TGAI dilakukan merupakan bentuk guna mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong aktivitas sehingga nilai tambah ekonomi masyarakat meningkat.

“Dalam kegiatan kami berdayakan dan mempotensikan masyarakat secara swakelola agar salah satu program PUPR berupa Padat Karya Tunai (PKT) tercover, serta menyasar terhadap sendi perekonomian warga.

Dari segi pelaksanaan kami upaya memperhatikan kualitas bangunan. Apapun alasannya hasil tersebut nantinya kita yang menikmati, karenanya kami berpegang tak menyimpang dari tujuan,” tandasnya.

Pujo berharap kegiatan pembangunan di wilayahnya terus berlanjut, ia meminta generasi penerus mengedepankan aspek kemantapan sehingga hasil yang didapat memuaskan, terpenting dalam melakukan pekerjaan tidak ngawur dan ceroboh.

Dikonfirmasi terpisah, Amirudin kepala Desa Grugu, menyampaikan hal senada, bahwa pembangunan di desa mengedepankan azas kualitas. Pasalnya, ia berharap ke depan pembangunan terus berkelanjutan tanpa adanya unsur hambatan.

“Kami pemerintah desa mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, khususnya Kementrian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy yang mana telah memberi apa yang diharap masyarakat kami. Semoga dengan pelaksanaan kegiatan program P3-TGAI membawa dampak positif terhadap perekonomian para petani,” kata Amir.

“Selaku pemerintah desa kami berharap bahwa pembangunan terus berlanjut. Upaya kami bagaimana cara agar pembangunan betul-betul terbukti dengan record hasil yang baik,” ujarnya.

Amir menegaskan bahwa pihaknya mengingatkan agar P3A yang ada di desa Grugu dalam melaksanakan tugas pekerjaan dijalankan sesuai dengan aturan yang ada.

“Butuh kerja baik, agar menuai hasil yang baik, hal ini penting. Sebagai pelaku kegiatan, P3A diberi kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan, seyogyanya lakukan tugas dan tanggung jawab itu dengan sebaik-baiknya,” pungkas Kades.

Sigit Surahman, Ketua P3A Karya Makmur desa Grugu menyampaikan, bahwa awalnya desa Grugu memiliki satu P3A, namun karena luas lahan pertanian memungkinkan untuk dibentuk P3A lain maka dibentuk P3A baru yang hingga sekarang berjumlah empat kelompok yakni, P3A Karya Makmur, P3A Tani Makmur, P3A Sumber Makmur dan P3A Maju Makmur.

Sigit menjelaskan dari empat kelompok P3A mengacu azas, prinsip kebersamaan sehingga dimana ada kegiatan selalu bersama.

“Waktu pembentukan P3A baru kita sepakat untuk memegang prinsip kebersamaan. Sehingga ketika ada kegiatan pekerjaan di wilayah manapun dilibatkan dan selalu bersama,” jelas Sigit.

“Adanya kegiatan ini kita bersyukur bahwa apa yang diharap masyarakat tercapai, atas fungsi dari bangunan nanti dapat memenuhi kebutuhan air bagi petani. Harapannya apa yang menjadi kekurangan mengingat kebutuhan air sangat penting, ke depan agar kegiatan semacam ini terus berkesinambungan,” harap Sigit.