PSP Indonesia dan EJF Gelar Screening Film Risiko Kerja Nelayan Migran Digelar di Pemalang

oleh -553 Dilihat
inshot 20251219 191820028
Sosialisasi PSP Indonesia dan EJF melalui screening film dokumenter di Aula Balai Desa Wanarejan Utara, dihadiri Kepala Desa Mahmud dan Danramil 02/Taman, Selasa (16/12/2025). Foto: Tim PSP.

Pemalang, Revolusiwes.com — PSP Indonesia bekerja sama dengan Environmental Justice Foundation (EJF) menggelar screening film dokumenter bertajuk “Before You Board: The Hidden Risk of Distant Water Fishing” di Aula Balai Desa Wanarejan Utara, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa, khususnya calon awak kapal perikanan (AKP), terhadap berbagai risiko kerja di kapal penangkap ikan jarak jauh, terutama kapal berbendera asing.

Melalui pemutaran film dokumenter, peserta diajak memahami potensi bahaya yang kerap dihadapi pekerja perikanan migran, mulai dari keselamatan kerja, sistem perekrutan yang tidak transparan, hingga ancaman eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

inshot 20251219 192118359

Sebanyak 50 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari calon awak kapal perikanan, mantan pekerja kapal, serta anggota keluarga nelayan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat pesisir terhadap isu migrasi kerja di sektor perikanan.

Film yang ditayangkan menampilkan kisah nyata dan temuan lapangan terkait kondisi kerja di kapal penangkap ikan jarak jauh. Peserta diajak menyadari bahwa tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar tidak selalu sebanding dengan risiko yang dihadapi apabila tidak melalui prosedur yang aman dan legal.

Kepala Desa Wanarejan Utara, Mahmud, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai film dokumenter ini memberikan edukasi penting bagi warganya agar lebih waspada sebelum memutuskan bekerja di kapal penangkap ikan.

“Film ini menjadi pengingat bagi calon awak kapal perikanan agar tidak mudah tergiur tawaran kerja, tetapi memastikan legalitas perusahaan perekrut serta memahami hak dan kewajibannya. Saya berharap warga kami tidak menjadi korban saat bekerja di kapal penangkap ikan,” ujar Mahmud.

Sementara itu, Ketua PSP Indonesia, Muhammad Kafandi, menjelaskan bahwa screening film ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pencegahan sejak tingkat desa. Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko eksploitasi terhadap pekerja perikanan migran.