Rajin Ibadah Belum Tentu Mulia Akhlak Dan Lisannya

oleh -14 Dilihat
img 20260728 wa0000

Oleh : Rae Kusnanto

PEMALANG, Revolusinews.com– Salat berjamaah adalah kemuliaan. Melihat orang rajin ke mushola memang patut dihormati, tetapi jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas yang tidak membekas pada hati dan akhlak.

Lisan yang masih gemar menggunjing, membuka aib, merendahkan tetangga, dan menghitung harta orang lain adalah tanda bahwa ibadah masih perlu diperbaiki. Pakaian ibadah tidak akan memuliakan seseorang bila lisannya terus menyakiti sesama.

Ulama sering mengingatkan, Allah tidak hanya melihat berapa sering kita datang ke masjid, tetapi juga bagaimana kita menjaga hati, lisan, dan adab kepada manusia. Ibadah yang benar akan melahirkan kasih sayang, bukan kesombongan dan kebiasaan menghakimi orang lain.

Awalnya saya menaruh rasa hormat kepada beberapa tetangga yang tampak begitu rajin beribadah. Melihat mereka rutin menunaikan salat berjamaah di mushola membuat saya kagum, bahkan sempat bertanya dalam hati mengapa saya belum bisa se-istiqamah mereka dalam menjalankan ibadah bersama.

Namun seiring berjalannya waktu, kekaguman itu berubah menjadi renungan. Di balik kerajinan beribadah, saya justru sering mendengar percakapan yang berisi gunjingan, merendahkan orang lain, hingga membicarakan kekurangan dan aib tetangga. Tidak jarang, mereka masih mengenakan mukena, sarung, atau peci sepulang dari salat, tetapi lisan tetap dipenuhi pembicaraan yang melukai hati sesama.

Pengalaman itu mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya terlihat dari rajinnya seseorang datang ke tempat ibadah, tetapi juga dari akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan, menghormati sesama, dan tidak menghakimi atau mengumbar aib orang lain adalah bagian dari nilai ibadah yang sama pentingnya. Semoga kita semua mampu memperbaiki diri tanpa merasa lebih baik daripada orang lain.