SERANGRevolusinews.com -Warga Kampung Rukem, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, secara tegas membantah pemberitaan miring salah satu media online terkait aktivitas penampungan dan pengelolaan limbah kotoran ayam petelur yang menuding menimbulkan bau menyengat ke pemukiman warga, Sabtu (19/9/2026).
Sebaliknya, warga setempat sebagai pekerja di PT Gizindo Sejahtera Jaya Farm mengatakan keberadaan usaha tersebut dinilai telah memberikan dampak positif yang besar dalam menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Kami warga masyarakat di sini sama sekali tidak keberatan, bahkan sangat terbantu dengan adanya usaha penampungan dan pengelolaan limbah ini. Terkait isu bau, sama sekali tidak ada yang sampai ke pemukiman warga karena lokasinya memang jauh. Kalaupun ada bau, itu hanya di area dalam penampungan, dan itu sangat wajar untuk tempat pengelolaan,” ujar warga setempat yang bekerja di peternakan ayam petelur itu.

Merespons adanya aduan masyarakat sebelumnya, unsur Muspika Kecamatan Bandung langsung bergerak cepat. Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Efendi, bersama Camat Bandung Safrudin Dahlan, serta jajaran Muspika lainnya turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi penampungan limbah kotoran ayam. Hasil peninjauan tersebut menunjukkan kondisi di lapangan sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan atau diberitakan.
Staf Desa Mander, Ina Supriatna, membenarkan bahwa pihak berwenang telah melakukan pengecekan langsung dan tidak menemukan adanya bau menyengat seperti yang diisukan.
“Penampungan limbah kotoran ayam tersebut sudah memiliki izin resmi. Baunya tidak tercium sampai keluar karena sistem pengolahannya tertutup dan limbah yang dikelola adalah limbah kering,” jelas Ina.
Ina juga menyayangkan munculnya pemberitaan sepihak dari salah satu media online yang dinilai tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak desa maupun pengelola. “Pemberitaan itu sama sekali tidak benar. Kemarin Pak Kapolsek dan Pak Camat sudah mengecek langsung ke sini setelah ada kabar isu bau menyengat, dan hasilnya tidak ada bau sama sekali. Kami tidak tahu informasi keliru itu bersumber dari mana,” tambahnya.

Diketahui, pengelolaan limbah kotoran ayam petelur ini merupakan bentuk kerja sama antara masyarakat setempat yang ditunjuk sebagai pengelola dengan pihak perusahaan peternakan, PT Gizindo Sejahtera Jaya Farm (Farm Mander), yang berlokasi di Desa Mander.
Melalui kerja sama ini, warga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak PT Gizindo Sejahtera Jaya Farm. Kehadiran perusahaan peternakan tersebut dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan ekonomi warga yang membutuhkan pekerjaan.
Reporter: Sardi Jalu






