Persiapan Muscab II, Taekwondo Biak Numfor Bersiap Memasuki Era Baru

oleh -69 Dilihat
oleh
img 20260919 wa0007 11zon

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Pengurus dan pelatih Taekwondo Indonesia Kabupaten Biak Numfor menggelar rapat persiapan jelang Musyawarah Cabang (Muscab) II di Kedai NK’18 Mandauw. Distrik Samofa. Jum’at (18/9/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga bela diri taekwondo di wilayah tersebut.

Ketua Panitia Muscab, Franciskus Saverius Maxi Rumngevur, menjelaskan bahwa agenda yang direncanakan berlangsung pada 29 September mendatang ini mencakup pembahasan persiapan teknis pelantikan, distribusi proposal sponsor, hingga pemantapan daftar undangan. Muscab II dijadwalkan menghadirkan anggota internal taekwondo, pengurus tingkat provinsi, perwakilan cabang olahraga lain, tokoh masyarakat, hingga publik luas.

“Harapan kami, terbentuknya kepengurusan baru melalui Muscab ini dapat mengaktifkan kembali organisasi agar lebih solid seperti dulu,” ujar Franciskus.

Pelaksanaan Muscab II ini dipandang mendesak mengingat masa bakti kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Anwar Akbar selama lima tahun telah berakhir. Langkah inisiatif diambil oleh para pelatih dan anggota untuk menjaga keberlanjutan roda organisasi.

Panitia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Anwar Akbar selama memimpin, serta berharap beliau tetap memberikan dukungan moral bagi kemajuan taekwondo Biak Numfor di masa mendatang.

Usung Mantan Atlet sebagai Calon Kuat

Guna memimpin organisasi ke depan, nama Kasat Reskrim Biak Numfor, Daniel Rumpaidus, S.H., M.H., mencuat sebagai calon kuat Ketua Pengcab Taekwondo Biak Numfor. Daniel yang juga merupakan pemegang sabuk hitam dan mantan atlet taekwondo dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dasar olahraga ini.

Dukungan juga mengalir dari tokoh senior taekwondo Biak, Sabam Abdul Kadir. Ia menekankan bahwa prioritas utama kepengurusan baru kelak adalah mengembalikan marwah taekwondo serta menjunjung tinggi etika dan kebersamaan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat kembali persatuan para sabam (pelatih), memupuk rasa saling menghargai antara pengurus dan pelatih, serta mengembalikan etika taekwondo. Soal teknis mudah kita latih, namun etika adalah yang paling mendasar,” tegas Sabam Abdul Kadir.

Melalui kepemimpinan yang baru kelak, seluruh komunitas taekwondo Biak Numfor optimistis dapat membuka era baru yang harmonis serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah Biak Numfor.