Suku Urmbor Supiori Kukuhkan Badan Penggurus Baru Saat Mubes ke III

oleh -3 Dilihat
oleh
img 20261031 wa0030 11zon

SUPIORI, Revolusinews.com — Ibu Yulia Kafiar mengatakan bahwa Musyawarah Besar (Mubes) III Suku Urmbor yang berlangsung di Meosbefondi, Kabupaten Supiori resmi ditutup dengan sukses. Perhelatan akbar yang digelar dari tanggal 23 hingga 25 Oktober tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Suku Urumbori untuk menata masa depan, memperkuat persatuan, serta meneguhkan kembali akar sejarah dan identitas kultural mereka di tanah Papua. Terang ibu Yulia dalam wawancara ekslusif di kediaman beliau, di praryem Sabtu (31/10/2026).

Menurut ibu Yulia, Mubes III ini mencatat sejarah tersendiri bagi Suku Urmbor. Meski dikategorikan sebagai salah satu suku sub-etnis atau marga minoritas di Supiori, kontribusi historis suku ini sangat besar. Salah satu catatan emas yang menjadi kebanggaan warga Urmbor adalah lahirnya Guru Petrus Kafiar, putra terbaik suku yang tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pembawa terang Injil di tanah Papua.

Tonggak Sejarah dan Terpilihnya Kepemimpinan Baru
Dalam Mubes yang dihadiri oleh perwakilan dari tiga kampung utama yakni Kampung Amyas, Napisndi, dan Meosbefondi serta dukungan luas dari masyarakat di perantauan, peserta musyawarah berhasil merumuskan sejumlah agenda krusial. Agenda utamanya adalah pembentukan badan pengurus baru serta pemilihan Kepala Suku Urmbor.

img 20261031 wa0031 11zon

Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, Bapak Anton Kafiar dipercaya dan ditetapkan sebagai Kepala Suku Urmbor yang baru untuk masa bakti 5 tahun ke depan (2026–2031). Kepengurusan ini mengusung format kombinasi antara struktur adat tradisional (melalui penunjukan Mananwir) dan badan pengurus harian, guna memastikan sinergi antara nilai-nilai adat dan tata kelola organisasi modern.

“Keberhasilan Mubes Ketiga bukanlah hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan buah dari kebersamaan, pengorbanan, dan dukungan luar biasa dari berbagai pihak—mulai dari kepala kampung, tujuh marga besar, hingga anak-anak rantau,” ujar panitia penyelenggara dalam keterangannya.


Delapan Poin Program Prioritas
Sebagai langkah awal kepengurusan baru, Mubes III menetapkan delapan poin program prioritas yang akan segera dibahas dan disahkan dalam agenda Gelar Tikar Adat yang direncanakan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Beberapa fokus utama program tersebut meliputi:
* Program prioritas adalah membangun Aidoram /Rumah Suku Adat Urmbor.
* Pembentukan Tim Penulisan Sejarah: Menyusun dokumentasi resmi asal-usul Suku Urmbor agar generasi penerus memiliki referensi sejarah yang lurus dan akurat.
* Kesejahteraan Masyarakat Adat: Memperjuangkan peningkatan kualitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
* Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat: Mengadvokasi dan memperjuangkan hak-hak adat secara kolektif di bawah naungan badan pengurus resmi.
* Konsolidasi Internal Tiga Kampung: Mempererat hubungan antar-marga di wilayah Amyas, Nabi Sendi, dan Meosbefondi.

Lebih lanjut Ibu Yulia Kafiar, yang merupakan Anggota DPRK Supiori yang juga adalah putri daerah Suku Urmbor, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat adat Suku Urumbori di mana pun berada.

“Mari kita semua mendukung badan pengurus yang telah terbentuk. Jadikan Mubes ini sebagai titik awal yang baik untuk melangkah bersama, menyatukan pendapat dan pikiran. Dari suku yang tadinya belum dikenal luas, kedepan kita akan memperkenalkan kepada dunia bahwa dari suku inilah Guru Petrus Kafiar lahir dan dibesarkan untuk membawa terang bagi tanah Papua,” serunya penuh semangat.

Senada dengan hal tersebut, dukungan penuh juga mengalir dari parlemen provinsi. Melalui sambungan seluler dari Jayapura, Ibu Jeklin Kafiar, anggota DPRP Provinsi Papua dari jalur pengangkatan adat wilayah Supiori, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Mubes III ini. Menurutnya, langkah pembentukan kelembagaan adat Suku Urmbor harus menjadi contoh bagi suku-suku lain di Supiori.

Ibu Jacklin menekankan pentingnya menjaga sistem keadilan adat serta konsolidasi internal pasca-Mubes. Beliau meminta agar hasil musyawarah ini tidak sekadar berhenti di atas kertas, tetapi segera ditindaklanjuti oleh para mananwir dari setiap keret (marga).

“Mubes ini tidak boleh berhenti di tempat. Para mananwir di setiap keret suku Urmbor harus segera menggelar pertemuan besar untuk menindaklanjuti hasil musyawarah Meosbefondi. Kita perlu bersatu untuk melestarikan kekayaan adat, menguatkan harga diri marga, menyelesaikan sengketa lewat sistem keadilan adat, serta menyelamatkan dan mengelola potensi hutan serta wilayah adat yang kita miliki,” tegas Ibu Jeklin Kafiar.

Ia juga menambahkan bahwa selaku wakil rakyat dari jalur adat di DPRP Papua, dirinya siap mendukung penuh langkah-langkah konsolidasi kelembagaan adat, tidak hanya untuk Suku Urmbor atau Suku Wabu, tetapi untuk seluruh suku asli yang ada di Supiori Barat, Selatan, Timur, hingga Kepulauan Aruri.

Ajakan Persatuan dari Parlemen Kabupaten dan Panitia

Pihak panitia juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat, para tua-tua adat, pemuka masyarakat dari suku-suku besar lain di Supiori (seperti Suku Sawyas, Wabu, dan Wombonda), serta semua pihak yang telah memberikan dukungan moril, materiil, maupun doa.

“Adat bukan sekedar warisan yang kita terima dari leluhur, melainkan amanah yang harus kita jaga, pelihara, dan teruskan kepada generasi berikutnya. Persatuan adalah tindakan, dan komitmen adalah tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam kehidupan bersama.”