Polytama Raih Syariah Financing Award dari CIMB Niaga

oleh -88 Dilihat
oleh
img 20261027 wa0002 11zon

JAKARTA, Revolusinews.com – Di tengah ketatnya persaingan industri petrokimia nasional, PT Polytama Propindo (Polytama) kembali membuktikan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul dalam produksi, tetapi juga cerdas dalam strategi keuangan.

Terbukti, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia ini berhasil meraih Syariah Financing Award dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian acara CIMB Niaga Business Summit 2026, sebagai apresiasi atas keberhasilan Polytama dalam memanfaatkan skema pembiayaan syariah untuk menopang operasional dan akselerasi bisnis berkelanjutan.

Bukan sekadar penghargaan, capaian ini menjadi penanda penting bagaimana sinergi antara dunia industri dan perbankan mampu melahirkan solusi keuangan yang adaptif, relevan, dan berorientasi masa depan.

Penghargaan diterima langsung oleh General Manager Finance & Business Development Polytama, Muhammat Slamet, yang naik ke atas panggung dengan penuh kebanggaan.

Direktur Keuangan Polytama, Ivor Richard H. Tamba, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim dalam membangun fondasi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

“Bagi Polytama, penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk terus memperkuat strategi pengelolaan keuangan yang adaptif dan berorientasi jangka panjang. Pemanfaatan pembiayaan syariah merupakan salah satu alternatif strategis yang dapat mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Richard.

Richard menambahkan, di industri petrokimia yang dinamis, ketahanan bisnis tidak hanya soal meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga soal kecerdasan dalam mengelola sumber daya, memilih prioritas investasi, dan membangun kemitraan strategis dengan lembaga keuangan.

Langkah inovatif Polytama dalam mengeksplorasi pembiayaan syariah ini pun dinilai tepat. Dengan mempertimbangkan karakteristik akad, kebutuhan pendanaan, serta prinsip tata kelola, perusahaan mampu mengevaluasi setiap pilihan pendanaan secara cermat untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang.

Komitmen ini juga sejalan dengan proyek besar yang tengah disiapkan Polytama, yakni pembangunan Polypropylene Plant Balongan (PPB) berkapasitas 300 ribu ton per tahun (300 KTA). Melalui proyek tersebut, kapasitas produksi Polytama ditargetkan melonjak dari 300 KTA menjadi 600 KTA pada 2029, guna memenuhi kebutuhan pasar polipropilena domestik yang terus tumbuh.

“Polytama akan terus memperkuat pengelolaan operasional, mengoptimalkan strategi keuangan, dan mendorong pengembangan bisnis yang terukur. Dengan mengedepankan tata kelola yang baik serta sinergi bersama para pemangku kepentingan, Polytama berkomitmen untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi bagi penguatan industri petrokimia nasional,” tutup Richard.

Tak hanya fokus pada bisnis, Polytama juga konsisten menjalankan tanggung jawab sosial melalui program TJSL yang meliputi empat pilar utama: lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.