PEMALANG, RevolusiNews.com – Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Temuireng 2026 semakin menghangat. Ratusan warga menghadiri kampanye dialogis calon Kepala Desa nomor urut 2, H. Imam Santoso, BSc., Rabu (4/11/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Prof. H. Muindro Renyowijoyo, Desa Temuireng, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, dimulai pukul 20.00 WIB hingga sekitar 21.30 WIB. Warga tampak antusias mengikuti jalannya dialog dan pemaparan program calon kepala desa.
Kampanye tersebut tidak sekadar menjadi ajang penyampaian visi dan misi. Tim pemenangan juga memberikan edukasi kepada para pendukung mengenai tata cara pencoblosan, termasuk cara membuka dan melipat surat suara dengan benar agar tidak terjadi kesalahan saat pemungutan suara.
Hadir dalam kegiatan itu juru kampanye Budiono, penasihat H. Raspadi, Humas H. Suradji, serta jajaran relawan dan pendukung Imam Santoso. Mereka bersama-sama mengajak masyarakat memahami gagasan perubahan dan arah pembangunan Desa Temuireng ke depan.
Dalam orasinya, Budiono menegaskan bahwa perubahan desa tidak bisa hanya bergantung pada seorang pemimpin. Menurutnya, kekompakan dan kesatuan suara masyarakat menjadi faktor penting untuk membawa Temuireng keluar dari kondisi stagnan.
“Nasib desa tidak akan berubah apabila masyarakat tidak bersatu dan tidak memiliki satu tujuan. Karena itu, mari kita satukan suara demi perubahan dan masa depan Temuireng,” tegas Budiono di hadapan peserta dialogis.
Budiono juga memaparkan sejumlah gagasan program, mulai dari mengaktifkan kembali Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan, menghidupkan fasilitas olahraga, hingga mendorong pemulihan sektor pertanian melalui pembentukan Ulu-ulu Vak atau petugas pengairan. Ia turut menyampaikan wacana penataan pungutan dan iuran masyarakat dengan mengoptimalkan potensi kekayaan desa.
Sementara itu, H. Imam Santoso, BSc., dalam pemaparannya menyampaikan visi, misi, serta gagasan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Berdasarkan pantauan media, kegiatan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, kalangan pemuda, dan relawan dengan jumlah peserta sekitar 100 orang sesuai daftar hadir. Kampanye dialogis tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh gagasan calon nomor urut 2 dalam menentukan masa depan Desa Temuireng.






