INDRAMAYU, Revolusinews.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kandanghaur mengadakan rapat kordinasi dengan Pengawas Kelurahan Desa (PKD) Se-Kecamatan Kandanghaur yang berjumlah 13 Desa pada Selasa (26/12/2023) di Rumah Makan Dapur Ibu Desa Wirakanan Blok Pengodengan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Kandanghaur Hasan Haririe, S.Pd.I mengatakan sebagai garda terdepan dalam memastikan integritas dan transparansi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Panwaslu Kecamatan Kandanghaur memegang peranan sentral dalam pengawasan logistik.

Dikatakannya, dalam upaya untuk memastikan proses distribusi logistik berjalan lancar, Panwaslu Kecamatan Kandanghaur telah melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya Panwaslu Kecamatan Kandanghaur melakukan Rapat Kordinasi dengan PKD Se-Kecamatan Kandanghaur yang berjumlah 13 Desa.
“PKD akan aktif terlibat dalam memantau setiap tahap pergerakan logistik, mulai dari perlengkapan pemungutan suara, perlengkapan pendukung dan perlengkapan Pemilu di distribusi hingga distribusi ke setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) di wilayah masing-masing Desa se-Kecamatan Kandanghaur,” kata Hasan Haririe, S.Pd.I.
Lanjutnya, Panwaslu Kecamatan Kandanghaur bekerjasama dengan PPK Kandanghaur untuk memastikan bahwa setiap proses pengiriman logistik dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Mereka memverifikasi jumlah, kualitas, dan keaslian setiap item logistik yang diterima, serta mengawasi distribusi agar tidak terjadi kesalahan atau kekurangan di tingkat kecamatan.
Tak hanya itu, menurut Hasan Haririe, S.Pd.I, Panwaslu Kecamatan Kandanghaur juga bertanggungjawab untuk memastikan keamanan logistik tersebut, sehingga terhindar dari potensi ancaman atau tindakan yang dapat mengganggu integritas Pemilu.
“Dengan peran yang kritis dan tanggap, Panwaslu Kecamatan Kandanghaur menjadi penjaga integritas proses Pemilu di tingkat kecamatan. Keberadaan Panwaslu sebagai pengawas independen memainkan peran penting dalam memastikan bahwa logistik Pemilu tersedia secara adil, merata, dan terjamin keasliannya bagi setiap pemilih di kecamatan, menjaga esensi demokrasi yang inklusif dan adil,” tegas Hasan Haririe, S.Pd.I.






