Satreskrim Polres Indramayu Ungkap Kasus Pengeroyokan di Kandanghaur

oleh -1361 Dilihat
oleh
img 20240112 wa0027

INDRAMAYU, Revolusinews.com –Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang melibatkan dua kelompok remaja, yakni Eretan Stres dan Gudang Gokk di depan SMK Pelayaran Blok Karangbaru, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barati pada Jumat (12/1/2024).

Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar mengatakan, informasi pertama kali diterima dari Polsek Kandanghaur bahwa di Rumah Sakit Bhayangkara terdapat tiga korban pengeroyokan. Dua korban mengalami luka-luka, satu korban meninggal dunia dan korban lainnya yang mengalami luka- luka dirawat di Rumah Sakit Sentot Patrol.

“Dari hasil interogasi terhadap korban yang selamat, diketahui bahwa peristiwa ini bermula dari dua kelompok remaja yang sepakat melakukan tawuran melalui media sosial. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur,” ungkap Fahri Siregar.

AKBP M. Fahri Siregar menyampaikan bahwa kelompok Eretan Stres yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kelompok Gudang Gokk menjadi korban tindakan kekerasan dari kelompok lawan.

“Akibat kejadian tersebut, tiga korban dari kelompok Eretan Stres mengalami luka-luka, dan satu korban meninggal dunia,” kata AKBP M. Fahri Siregar didampingi Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan dan Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Saefullah kepada awak media.

Selanjutnya Resmob Polres Indramayu segera dikerahkan, dan dalam waktu kurang dari 6 jam berhasil mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

Selain itu, berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam kejadian tersebut. Dua dari empat pelaku mengakui melakukan penganiayaan atau membacok terhadap dua korban yang luka-luka. Satu pelaku mengaku melakukan tindakan serupa terhadap korban yang meninggal dunia. Satu orang lagi yang diamankan mengaku hanya membawa senjata tajam saat itu.

“Kami masih terus melakukan pengembangan karena diduga masih ada 13 orang lagi pelaku. Satreskrim Polres Indramayu bersama Polsek Kandanghaur saat ini masih melakukan penyelidikan tentang keberadaan 13 orang lainnya,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.