Selain Dugaan Dumping Limbah B3, RS Ar Rahmah Medika Jadi Sarang Mesum

oleh -45 Dilihat
oleh
img 20260803 wa0009 11zon
Rumah Sakit (RS) Ar Rahmah Medika yang berlokasi di Jalan KH. Abdul Kabier Nomor 2, Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. (Dok. Wahyu Ceko RNews)

SERANG, Revolusinews.com – Rumah Sakit (RS) Ar Rahmah Medika yang berlokasi di Jalan KH. Abdul Kabier Nomor 2, Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten kembali menyita perhatian publik adanya dugaan dumping limbah (B3) dan perbuatan mesum sepasang kekasih yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) dini hari.

Penelusuran awak media ke RS Ar Rahmah Medika, pada Senin (3/8/2026) seakan menunjukkan sisi bobrok manajamen di tempat itu. Menurut keterangan yang diperoleh, kejadian susila ini terungkap setelah seorang suami berinisial (AT) mendapati istri sahnya inisial (EI) sedang bermesraan bersama seorang pria inisial (RJ) di atas ranjang khusus pasien di kamar A Bedah Kelas 3 L.

Ironisnya, bukan hanya satu pasangan, perbuatan serupa di ruangan itu dilakukan juga oleh (AR) bersama kekasihnya yang merupakan kerabat (RJ) dengan posisi di bawah ranjang pasien.

img 20260803 wa0010
Sepasang kekasih yang diduga melakukan mesum di kamar pasien di RS Ar Rahmah Medika. (Dok. Wahyu Ceko RNews)

Skandal menjijikkan ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat dan pengamat kebijakan. Integritas serta kredibilitas manajemen RS Ar Rahmah Medika kini berada di titik nadir. Publik berhak bertanya: Di mana para perawat? Di mana petugas keamanan? Mengapa ruangan medis bisa diakses bebas untuk tindakan asusila massal pada dini hari?

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dinas terkait untuk segera mengevaluasi total, atau bahkan mencabut izin operasional RS Ar Rahmah Medika. Institusi kesehatan yang abai terhadap limbah beracun dan buta terhadap maksiat di depan mata tidak layak disebut sebagai tempat penyembuhan.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Serang Selatan, Repiana dengan tegas menyatakan bahwa petaka moral ini adalah bukti nyata dari bobroknya sistem pengawasan.

“Insiden ini bukan sekadar kebetulan, melainkan akibat dari kelalaian manajemen yang masif dan dugaan pembiaran sistemik terhadap pelanggaran hukum serta norma susila di area fasilitas kesehatan oleh jajaran RS Ar Rahmah Medika,” tegas Repiana.

Sementara itu, Aktivis Garis Kidal, Sukra Al Mumiitu dengan nada murka menyebut insiden ini sebagai puncak dari matinya fungsi kontrol di RS Ar Rahmah Medika.

“Rumah sakit ini dinilai telah gagal total menjaga marwah institusi medis. Jika mengawasi keamanan di dalam koridor kamar sendiri saja tidak mampu, bagaimana mungkin masyarakat bisa mempercayakan nyawa dan kesehatan mereka di lembaga yang manajemennya tidur seperti ini? ucap Sukra dengan nada berang.

Sementara itu, seorang wanita yang disebut sebagai sekertaris manajamen memilih bungkam dan mengalihkan kepada koordinator kebersihan saat akan dimintai keterangan oleh awak media.

Saat wawancara dengan Agus, kordinator kebersihan RS Ar Rahmah Medika, seperti mengisyaratkan fenomena kegagalan dan penyimpangan SOP seakan sudah terjadi sejak awal.

“Untuk para penjenguk kami tidak memakai kartu kunjungan, namun SOP jam besuk tetap kami laksanakan, akan tetapi akibat azas kearipan lokal, kami tidak bisa mengatur untuk jumlah pembesuk,”ujarnya

Lebih lanjut, Agus juga menegaskan pihaknya baru mengetahui permasalahan tersebut perhari ini, namun dirinya enggan memberikan ketegasan terkait langkah yang akan di tempuh dengan alasan akan berkoordinasi dengan pimpinan.

“Mengenai permasalahan ini, kita akan menyelidiki terlebih dahulu, kami belum bisa mengambil tindakan dan akan kordinasi dulu bersama pimpinan,” tutupnya.