Suara Bukan Sekedar Getaran

oleh -154 Dilihat
oleh
img 20260305 wa0002
Foto Dede Farhan Aulawi. (Dok. Revolusi News)

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Revolusinews.com – Dunia tidak selalu adil bagi setiap suara. Ada yang diabaikan, disalahpahami, bahkan dibungkam. Namun, keberanian sejati tidak diukur dari seberapa keras suara itu bergema, melainkan dari keteguhan untuk tetap bersuara meski sunyi tidak selalu menjawab.

Maka, bersuara adalah pilihan yang tidak mudah. Ia menuntut kejujuran, keteguhan, dan kesiapan untuk berdiri di atas kata-kata sendiri. Tapi di situlah maknanya, bahwa setiap suara yang lahir dari keberanian adalah bentuk perlawanan terhadap ketakutan, dan mungkin, pada akhirnya, suara bukan hanya tentang ingin didengar oleh orang lain, melainkan tentang berani mendengar diri sendiri.

Suara bukan sekadar getaran yang melintasi udara, ia adalah keberanian yang memilih untuk hadir. Di balik setiap kata yang terucap, ada pergulatan antara ragu dan yakin, antara diam dan bersuara.

Tidak semua orang berani menyuarakan isi hatinya, sebab suara membuka kemungkinan untuk dipahami, tapi juga untuk ditolak. Maka, ketika seseorang memilih untuk berbicara, sejatinya ia sedang melangkah keluar dari bayang-bayang ketakutan.

Keberanian untuk didengar bukan berarti selalu lantang. Kadang, ia hadir dalam bisikan yang jujur, dalam kalimat sederhana yang lahir dari ketulusan. Suara yang demikian justru sering kali lebih kuat, karena tidak dibangun untuk menguasai, melainkan untuk menyentuh.