LEBAK,Revoluwinews.com – Gerakan Mahasiswa Lawan korupsi (GERMALA-K) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Selasa 10/2/2026 Aksi tersebut menyoroti dugaan persoalan dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) Tahun Anggaran 2025.

Dalam aksinya, massa GERMALA-K menilai pelaksanaan program irigasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Mereka menduga terdapat keterlambatan pekerjaan serta kualitas pembangunan yang dinilai belum maksimal, meski secara administrasi anggaran disebut telah terserap penuh.
Koordinator Germala-k Aril saputra menyebut program RJIT seharusnya memberikan manfaat nyata bagi petani. Namun, di sejumlah lokasi, jaringan irigasi yang seharusnya selesai pada Desember tahun 2025, ini pekerjaan menyebarang ke Januari tahun 2026.

“Ini menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan fakta di lapangan. Kami minta Dinas Pertanian Lebak bertanggung jawab,” ujar koordinator aksi dalam orasinya.
Lanjut Aril menyoroti lemahnya pengawasan Mereka mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk membuka data pelaksanaan program RJIT 2025 secara transparan dan melakukan evaluasi menyeluruh
Selain itu kita pun meminta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan melakukan audit terhadap pelaksanaan Program RJIT Tahun 2025.(*)






