JAKARTA, Revolusinews.com — Eksistensi dunia teater tanah air kembali menggeliat dengan kabar terbaru dari seniman multitalenta, Ardian S Perkasa. Pendiri sekaligus pimpinan Teater Giok yang bermarkas di Jakarta Utara ini mengumumkan rencana besar untuk kembali mementaskan karya drama realis legendarisnya, “Pertemuan di Ujung Kematian”, yang dijadwalkan pementasannya pada tahun 2027 mendatang di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru.
Langkah ini menandai kembalinya Ardian ke panggung teater setelah sekian lama fokus berkarya di kancah film layar lebar, sinetron, dan industri musik nasional.
Teater Giok sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang di dunia seni pertunjukan Jakarta. Berdiri sejak 8 Oktober 2004 di Jakarta Utara, kelompok teater ini pernah mencatatkan kolaborasi sukses bersama Sudin Kebudayaan Jakarta Utara melalui pagelaran komedi Betawi bertajuk “Si Nyai”. Naskah dan penyutradaraan garapan Ardian S Perkasa tersebut semakin hidup berkat iringan musik tradisional Gambang Kromong Pesisir Utara di bawah pimpinan Bapak Suryana.
Lima tahun berselang, tepatnya pada 2009, Teater Giok melahirkan karya drama realis yang sangat menguras air mata berjudul “Pertemuan di Ujung Kematian” di Gedung Kesenian Jakarta, yang kala itu sukses meraup animo penonton yang lumayan besar.
Naskah Pertemuan Diujung Kematian ide cerita dari Suryana Al Kautsar yang di kembang oleh Ardian S Perkasa hingga sampai kepenulisan naskah nya. Suryana Al Kautsar bersama Surjaya fenomena membantu Ardian S Perkasa sebagai Astrada di pertunjukan Pertemuan di ujung kematian itu tersebut.
Setelah pementasan tersebut, Ardian sempat mengambil jeda dari produksi teater dan aktif mendedikasikan waktunya di dunia film, sinetron, serta musik. Ia juga sempat bergabung dengan Teater Hijau pimpinan mendiang Anwar Sanusi, di mana ia dipercaya sebagai co-sutradara dalam pementasan naskah karya Arifin C. Noer berjudul “Kapai-Kapai” yang dipentaskan di Taman Budaya Tegal sekitar tahun 2016–2017.
Kini, kerinduan pencinta seni teater terhadap karya-karya tajam Ardian S Perkasa akan segera terobati. Persiapan intensif tengah dilakukan untuk membawa kembali naskah “Pertemuan di Ujung Kematian” ke panggung Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 2027.
Tidak tanggung-tanggung, produksi skala besar ini dirancang dengan menggandeng sejumlah calon sponsor dan mitra strategis, termasuk Djarum Foundation serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Bismillahirrahmanirrahim, kun fayakun, semoga Allah lancarkan. Dahulu di tahun 2009 sudah kami perdanakan produksinya. Untuk di tahun depan 2027, kami bikin lebih touching lagi. Dramaturginya lebih detail lagi, manajemen produksi lebih gokil lagi. Bisiril Fatihah,” ujar Ardian S Perkasa penuh optimisme.
Pementasan Pertemuan di Ujung Kematian versi 2027 dipastikan akan menjadi magnet besar bagi industri hiburan tanah air karena melibatkan deretan aktor dan aktris papan atas nasional sebagai calon pemeran utama:
Baim Wong sebagai Acong
Kinaryosih sebagai Giok
Michelle Ziudith sebagai Alin
Christine Hakim sebagai Nyonya Ling
Aura Kasih sebagai May May
Anthony Goga sebagai Pengli
Vonny Anggraini sebagai Ratna (Istri Pengli)
Dengan kombinasi naskah yang kuat, penyutradaraan matang dari Ardian S Perkasa, serta dukungan para bintang kenamaan, pementasan Teater Giok ini diproyeksikan menjadi salah satu gelaran seni teater paling fenomenal dan dinantikan pada tahun 2027 mendatang.






