Teknik Investigasi Kecelakaan Kerja di Sektor Konstruksi

oleh -11 Dilihat
oleh
img 20260708 wa0063

Revolusinews.com – Pusdiklat Prawita Genppari yang dipimpin oleh Dede Farhan Aulawi menyelenggarakan pelatihan selama 2 hari tentang teknik investigasi kecelakaan kerja di sektor konstruksi.

Dasar Pemikiran
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi. Kecelakaan dapat terjadi akibat kombinasi faktor manusia, peralatan, metode kerja, material, lingkungan, dan lemahnya sistem manajemen keselamatan. Setiap kecelakaan harus diinvestigasi secara profesional agar akar penyebab (root cause) dapat ditemukan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Investigasi kecelakaan bukan bertujuan mencari siapa yang bersalah, melainkan mengidentifikasi kelemahan sistem dan menyusun tindakan perbaikan yang efektif.

Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu :
– memahami prinsip investigasi kecelakaan kerja;
– mengamankan lokasi kejadian sesuai prosedur;
– mengumpulkan bukti secara ilmiah;
– melakukan wawancara saksi;
– menyusun kronologi kejadian;
– menggunakan berbagai metode analisis akar penyebab;
– menyusun rekomendasi perbaikan;
– membuat laporan investigasi profesional.

Subjek Pembahasan
Modul 1
Dasar Keselamatan Konstruksi. Materi : karakteristik risiko proyek konstruksi, statistik kecelakaan, jenis kecelakaan, konsep near miss, unsafe act, unsafe condition, dan budaya keselamatan

Modul 2
Regulasi Investigasi. Materi : UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, PP No. 14 Tahun 2021, Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), dan ketentuan investigasi kecelakaan proyek

Modul 3
Prinsip Investigasi. Materi : tujuan investigasi, ruang lingkup, etika investigasi, independensi, objektivitas, dan pembentukan tim investigasi

Modul 4
Teknik Pengamanan TKP. Materi : isolasi Lokasi, pengamanan barang bukti, dokumentasi, pemetaan Lokasi, chain of custody, dan pengendalian akses.

Modul 5
Teknik Pengumpulan Bukti. Materi : bukti fisik, foto, video, rekaman CCTV, drone, log alat berat, dokumen kerja, permit to work, toolbox meeting, JSA, inspeksi, APD, material

Modul 6
Teknik Wawancara. Materi : psikologi saksi, komunikasi investigative, teknik bertanya, menghindari leading question, pencatatan, validasi informasi. Role Play : wawancara korban, wawancara operator, wawancara pengawas

Modul 7
Penyusunan Kronologi. Materi : Teknik Timeline, Event Mapping, Time Sequence, Barrier Analysis, Output, Diagram kronologi kecelakaan.

Modul 8
Analisis Penyebab. Materi : Metode Five Why Analysis, Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, Swiss Cheese Model, Human Factors Analysis, Tripod Beta, Bow Tie Analysis

Modul 9
Root Cause Analysis. Materi : Analisis Human Error, Equipment Failure, Management Failure, Organizational Failure, Engineering Failure, Design Failure

Modul 10
Investigasi Alat Berat. Materi : Kasus crane collapse, excavator rollover, tower crane, forklift accident, mobile crane, concrete pump

Modul 11
Investigasi Pekerjaan Ketinggian. Materi : Kasus jatuh dari scaffolding, jatuh dari roof, jatuh dari gondola, collapse platform, lifeline failure

Modul 12
Investigasi Kelistrikan. Materi : Kasus electrocution, short circuit, arc flash, grounding failure

Modul 13
Investigasi Galian. Materi : Kasus trench collapse, retaining wall failure, longsor

Modul 14
Investigasi Struktur. Materi : Kasus bekisting roboh, collapse structure, bridge failure, formwork failure

Modul 15
Penyusunan Rekomendasi. Materi : Hierarki pengendalian Elimination, Substitution, Engineering Control, Administrative Control, PPE

Modul 16
Penyusunan Laporan. Materi : Isi laporan, Ringkasan, Identitas proyek, Waktu kejadian, Korban, Kronologi, Bukti, Analisis Root Cause, Rekomendasi, Lampiran

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi : 0859 5909 3900